oleh

Lagi, RSUD Abdul Moeloek Dituding Usir Pasien

Harianpilar.com, Bandarlampung – Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) kembali dituding melakukan tindakan pengusiran pasien. Kali ini menimpa seorang mahasiswi Universitas Bandarlampung (UBL) atas nama Novita Sari yang disuruh pulang oleh dokter jaga RS plat merah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Harian Pilar, korban dilarikan ke RSUDAM oleh petugas keamanan Kampus UBL dan beberapa rekannya, karena tidak sadarkan diri usai mengikuti kegiatan belajar mengajar di kampusnya, Selasa (10/3/2015).

Menurut Yusuf, kakak kandung Novita, adiknya dibawa ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUDAM sekitar pukul 18.00 WIB.Sesampai di rumah sakit milik Pemprov Lampung ini, tidak ada tindakan yang dilakukan petugas medis yang berjaga kepada Novita.

“Badan adik saya ini masih panas tinggi, tapi tidak diperiksa oleh perawat maupun dokter. Malah adik saya disuruh pulang,” ungkap Yusuf.

Dijelaskannya, dr. Teddy petugas yang bertanggungjawab (piket) saat itu memerintahkan dia untuk segera membawa Novita dirawat jalan. Sementara, kondisi yang dialami adiknya masing tidak dapat bangun sendiri, bahkan kedua kakinya tidak dapat digerakkan.

“Dokter yang berjaga kok memerintahkan pulang. Entah dasar apa yang ada pada rumah sakit negeri, hingga harus memulangkan adik saya. Seharusnya adik saya menerima perawatan. Saya kecewa dengan pelayanan RSUDAM,” keluhnya.

Menanggapi hal ini, Humas RSUDAM, Esti Komalaria, melalui telepon selulernya mengatakan, Novitasari (19) datang dengan post syncop, pasien dari pagi belum makan dan sore korban mengkonsumsi durian kemudian pasien mual- mual dan pingsan, pasien datang ke IGD dan langsung cek gula darah 100 (normal) TD 150/90 mmhg, kemudian pasien diberi resep ranitidin, mucogard dan paracetamol kemudian dianjurkan untuk berobat jalan. ” Artinya keadaan pasien sudah stabil dan bisa berobat rawat jalan makanya langsung disuruh pulang pada saat itu juga, bukan diusir karena belum mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Namun, untuk lebih jelas Esti mempersilahkan wartawan untuk datang ke RSUDAM,”Besok (hari ini.red) datang ke RS dulu, langsung tanya bagian perawatan bagaimana masalah sebenarnya. Jadi jangan mendengarkan sepihak karena mungkin berita itu tidak benar karena tidak mungkin dokter mengusir pasien bila pasien tersebut memang sakit parah, besok langsung ke RS aja ya,” tutupnya.(Fitri/Juanda)