Harianpilar.com, Tulangbawang – Ratusan Kepala Kampung (Kakam) se-Kabupaten Tulangbawang (Tuba), mengaku resah lantaran anggaran Alokasi Dana Kampung (ADK) untuk pembangunan kampung hingga Desember belum juga cair.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang menganggarkan ADFK sebasar Rp250 juta setiap kampung, baru 40% atau Rp100 juta saja yang cair, sisanya belum ada kabarnya. Kekesalan ini diutarakan salah satu perwakilan Kepala Kampung Nafian Faiz. Dia menyayangkan masalah tersebut. Kakam di Tuba merasa terpojok dan merasa serba salah, andai dana ADK tahap ll dan lll cair, waktunya sudah mepet, realisasi dan pelaporan anggaran akan menyulitkan, tapi kalau dana tak cair, justru akan membuat masalah.
“Ini kan sudah dirembug dengan masyarakat jauh-jauh hari. Kita sudah rapat berulangkali untuk menentukan program preoritas. Sudah mengikuti petunjuk dan sesuai pagi anggaran dari Pemkab, akan tetapi kok dananya tidak turun hingga saat ini,” jelas Nafian, Jum,at (07/12/2018).
Bahkan menurutnya ada kasus, beberapa kampung telah mencari dana talangan. Artinya program telah direalisasikan walaupun dana belum juga turun, sehingga inisiatif ini diambil agar pembangunan infrastruktur bisa dapat dinikmati masyarakat. Nah kalau uangnya ternyata tidak cair, terus bagimana, gimana mau membayarnya,” tukasnya dengan nada kesal.
Pihaknya mengaku belum dapat informasi resmi mengenai kepastian pencairan dana tersebut. ”Kami masih mendorong pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) Tulangbawang, bicara dengan Pemkab, menuntaskan soal tersebut,” katanya.
Apabila ternyata ADK tahap ll dan lll ini benar-benar tidak cair, maka ini adalah kali kedua. Sebab pada tahun 2017 juga dana yang dijanjikan Pemkab juga tidak sepenuhnya cair.
Saya bilang kepemimpinan Bupati saat itu tidak husnul khotimah, meninggakkan beban kepada masyarakat. Sebab dana yang dijanjikan tidak cair, kenapa ini terulang lagi. Saya memberikan saran agar kedepannya Pemkab tak perlu lagi membuat kesalahan yang sama, caranya buat saja program langsung. Jadi, kami tak harus dibuat repot dan kecewa, biarka kami mengelola dana desa saja,” katanya.
Untuk sebagaimana diketahui, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tulangbawang preode 2017-2022 Winarti-Hendri dalam 25 janji politiknya poin pertama adalah alokasi dana untuk percepatan pembangunan infrastruktur kampung sebesar Rp500 juta setiap kampung.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung/Kelurahan Yendahren sampai berita ini diturunkan belum berhsil dikonfirmasi. (Rizal)









