Harianpilar.com, Tanggamus – Dua alat berat jenis ekskavator digunakan untuk menyingkirkan material akbat longsor yang menutupi jalan lintas Kecamatan di Pekon Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus.
Menurut Sekretaris Kecamatan Cukuh Balak Jalaludin, alat berat yang digunakan satu milik BPBD Pemkab Tanggamus dan satu milik perusahaan tambak udang yang ada di Kecamatan setempat.
“Dua alat berat ini untuk singkirkan material longsor di dua titik, sebab akses jalan lintas Kecamatan Cukuh Balak lumpuh tidak bisa dilalui.
Harapannya dengan dua alat berat jenis ekskavator semua material bisa cepat dibereskan,” ujar Jalaludin, Rabu (31/10/2018).
Ia mengaku longsoran tebing terparah terjadi di Pekon Doh, karena ada lima titik, dan dua titik yang masih ditangani. Titik terparah yang sekarang sedang dikerjakan penyingkiran materialnya. Di titik ini jalan yang tertutup sepanjang kisaran 150 meter dan ketinggian tanah empat meter.
Material itu berasal dari bukit yang ada di sisi jalan sebelah utara. Bukit tersebut bisa diibaratkan seperti bergeser ke selatan yang di akibatkan jalan tertutup. Bahkan ada satu gubug kayu yang tadinya di sisi utara jalan, terbawa pindah ke selatan jalan,jelas dia.
“Longsor di sini yang paling parah, kalau longsoran lain tanahnya tidak sebanyak ini. Jadi akibatnya mobil tidak bisa lewat, hanya motor yang bisa lewat tapi lewat pantai, bukan lewat jalan,” terang Jalaludin.
Ia mengaku, longsoran juga terjadi di perbatasan Pekon Putih Doh dan Pekon Tengor, lalu perbatasan Pekon Tengor dan Way Rilau. Ada juga gorong-gorong amblas di antara Pekon Kejadian Lom dan Gedung.
Ia menegaskan longsoran hanya menimbun jalan, tidak berdampak pada rumah penduduk. Lalu tebing yang longsor adalah kebun-kebun warga.
Menurut Kasi Kedaruratan BPBD Tanggamus Hailimi, jika cuaca tidak hujan penyingkiran material longsor bisa selesai sehari, namun jika hujan ditarget secepatnya beres. Sebab biasa saja terjadi longsoran baru yang menambah material selama ini.
“Begitu alat berat tiba malam kami langsung bekerja, jadi sudah dari semalam kami sudah bekerja singkirkan material longsor, dan siangnya berlanjut ke titik longsoran lainnya. Sebab di titik ini tidak bisa masuk sebelum singkirkan longsor di titik yang sebelumnya,” terang Hailimi.
Ia mengaku, kendala hanya kondisi cuaca saja, sebab jika hujan material jadi berlumpur. Itu sulit untuk disingkirkan karena sifat lumpur selalu memenuhi lagi lubang material yang sudah dikeruk.
Dampak lain, aliran listrik padam, tambah dia. Sedangkan terkait listrik, Jalaludin mengaku listrik di Pekon Doh padam dua hari karena kabel listrik putus dan tiang listrik banyak yang miring serta roboh. Pihak PLN sudah menangani sementara dan hanya di Pekon Doh saja yang masih padam.
“Sementara ini arus listrik didatangkan dari Padang Cermin, kalau listrik dari Kota Agung tidak bisa karena tiangnya banyak yang roboh. Akibat listrik tidak ada tower seluler juga tidak berfungsi jadi di sini juga belum ada sinyal,” ujar Jalaludin.
Pihak PLN sendiri sudah berupaya mengatasi berupa pendirian tiang baru dan memasang kabel jaringannya.
“Kami masih juga berusaha perbaiki jaringan listrik, sebab tiang yang roboh total ada lima, terus tiga lagi sudah miring tapi bisa dibenahi,” ujar Asrul, Koordinator PLN Cukuh Balak.
Ia mengaku upaya perbaikan listrik menunggu pembukaan jalan sebab kendaraan PLN pembawa alat dan tiang tidak bisa masuk karena jalan tertutup matrial longsoran.
“Kami terkendala juga perbaikan di sini, kalau mobil bisa masuk pasti langsung dibenahi jaringannya,” terang Asrul. (Mar/Lis)









