Harianpilar.com, Mesuji – Dua kelompok warga di Dusun Rawa Sari, Desa Mekarjaya dan Desa Kagungan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, nyaris terjadi bentrok, Sabtu (29/09/2018) siang. Hal itu diduga dipicu terkait mempersengketakan hasil panen sawit di kebun yang masih dalam sengketa.
Kejadi tersebut langsung menyita perhatian Ketua DPRD Fuad Amrulloh yang langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Ketua DPRD Mesuji Fuad Amrullah mengatakan, atas kejadian antar warga ini tentunya menjadi perhatian kita. Untuk itu, sepulang sidang paripurna dirinya beserta rombongan langsung menuju lokasi.
“Kita harapkan kepada dua belah pihak saling menahan diri. Kita cari solusi dan benang merahnya. Supaya tidak timbul dan memakan korban jiwa. Sebagai Ketua DPRD dan beberapa intansi akan menyampaikan ke BPN untuk melakukan tindak lanjut. Sebab kalau tidak ditindak lanjuti ada potensi potensi keributan kembali,” tegas Fuad.
Dikatakan Fuad, nyaris bentroknya kedua kelompok Masyarakat Mekar Jaya dan Desa Kagungan Dalam tidak lain dipicu persoalan sengketa lahan. Untuk menyikapi persoalan ini tentunya harus bekerja ekstra, sehingga persoalan ini tidak akan timbul lagi.
“Memang kedua massa nyaris terjadi keributan antar warga Mekar Jaya dan Kagungan Dalam, dengan masalah utamanya yakni sengketa lahan. Akan tetapi pihak Polres sudah menerjunkan anggota untuk mengamankan situasi,” jelas Fuad.
Akibat peristiwa ini lanjut Fuad, tentunya pihaknya akan melakukan berbagai langkah dan berkoordinasi baik Kepolisian maupun Pemkab Mesuji, karena tahap awal harus dimediasi kedua warga yang ribut tersebut. Selanjutnya mesti ada tindak lanjut penyelesaian sengketa lahan.
“Mesti harus ada titik temu dan penyelesaian sengketa lahan ini. Karena persoalan ini timbul akibat dari pada masalah tanah, jika tanahnya tetep tidak selesai masalahnya, maka potensi keributan tetep akan terjadi,” tegas Fuad.
Sebab, lanjut Ketua DPD NasDem Mesuji ini bahkan peristiwa ditempat yang sama pernah terjadi ditahun 2014 dan beberapa kali terjadi dan ini kembali terjadi. Oleh itu, setelah peristiwa tersebut tidak boleh menunda untuk penyelesaian masalah ini secara komprehensif.
“Kita tidak boleh lagi menunda-nunda untuk penyesaian masalah ini. Sehingga tidak ada lagi korban yang berjatuhan,” tukasnya.
Sementara saat ditanya, terkait beberapa kali kejadian seperti ini adakah langkah membuat pansus atau langsung ditangani oleh DPRD secara khsusu agar kedepan tidak akan tumbul lagi persoalan-persoalan yang sama, dengan tegas Fuad mengatakan selama ini sudah melakukan berbagai upaya penyelesaian sengketa lahan antar warga tersebut.
“Selama ini pemerintah sudah melakukan tahapan penyelesaian walau belum final, dengan situasi seperti ini DPRD pasti akan turut ikut meneyelesaian masalah ini, mungkin intensitas perhatian kami di masalah ini akan kami tingkatkan. Saya pikir semua pihak yang berkaitan bidang persoalan ini mesti pro aktif,” imbuhnya
Untuk itu, tambah Fuad, dengan kondisi seperti ini, saya berharap kepada semua pihak menjaga kondusifitas wilayah Mesuji.
“Sementara dengan kondisi ini saya berharap warga dan semua pihak jaga kondusifitas wilayah mesuji yang kita cintai, persoalan sengketa lahan jika tdk selesai dengan musyawarah kan ada ruang hukum, bukan saling berbuat anarkis, maksudnya kedepankan cara-cara yang lebih manusiawi,” tukasnya.
Sementara itu, kelompok Warga Dusun Rawasari Desa Mekarjaya diduga memanen buah sawit di kebun yang disengketakan oleh oknum kelompok warga dari Kagungan Dalam. Oknum kelompok warga Kagungan Dalam datang dan melarang serta meminta hasil panen ke kelompok Desa Mekarjaya yang memanen buah sawit itu. Kedua kelompok lantas bersitegang dan adu mulut di lokasi perekebunan sawit Dusun Rawa Sari Desa Mekarjaya tersebut.
Disaat genting dan bertikai, aparat Desa Mekarjaya datang menengahi pertikaian warga ini. Semua alat panen pun diamankan. “Situasi sudah tenang dan kondusif. Aparat telah mengamankan alat panen sawit tersebut,” terang Topo (51), salah satu warga desa Mekarjaya, Sabtu (29/09/2018) siang.
Menurut Topo, warga dari oknum kelompok Kagungan Dalam sering meminta hasil panen kepada warga Mekarjaya. “Jadi jika kami mau panen hasil panen kami sering diminta oleh meraka. Kan kami yang menanam kok mereka yang mau minta,” keluhnya.
Kapolsek Tanjung Raya Iptu. Muhamad Ataka mengatakan, bahwa suasana di lapangan kembali kondusif, namun semua aparat kepolisian dari Polsek Tanjung Raya diturunkan di bantu oleh TNI dan Satpol PP masih berjaga-jaga di lokasi kejadian mengantisipasi hal hal yang tidak di inginkan.
Dirinya meminta kedua belah pihak agar dapat menahan emosi dan tidak terprovokasi kita meminta kedua belah pihak untuk mempercayakan kasus ini kepada pihak terkait. (Sandri/Maryadi)









