Harianpilar.com, Lampung Selatan – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Nanang Ermanto mengusulkan satu nama untuk dipakai sebagai identitas Masjid Agung yang menjadi kebanggaan Pemerintah Kabupaten Lamsel.
Hal itu disampaikan Nanang saat menerima audiensi Ketua Takmir dan jajaran pengurus Masjid Agung Kalianda, di ruang kerjanya, Rabu.
Menurut Nanang pemberian nama Masjid Agung, yang berada di Jalan Lintas Sumatera dan sering disinggahi masyarakat dari luar daerah itu, harus berdasarkan sejarah atau ciri khas yang ada di daerah.
“Lampung Selatan ini punya Pahlawan Nasional Radin Inten. Jadi, saya mengusulkan namanya menjadi Masjid Agung Radin Inten,” kata Nanang
Terkait nama yang berganti setiap adanya pergantian pemimpin, Nanang berharap hal itu tidak terjadi lagi. Sebab katanya, Masjid adalah tempat mempersatukan umat, dan merupakan sarana untuk beribadah anatara manusia dengan Allah.
“Saya minta nama Masjid Agung Radin Inten ini bisa dipatenkan,” imbuh Nanang diamini pengurus Masjid Agung yang hadir.
Selain itu, Nanang menambahkan, pemberian nama Masjid juga telah disesuaikan dengan tingkatan daerah, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa atau kelurahan.
“Kalau di provinsi namanya Masjid Raya, ditingkat kabupaten Masjid Agung, di kecamatan namanya Masjid Besar, dan ditingkat kelurahan atau desa namanya Masjid Jami,” tuturnya.
Lebih lanjut Nanang menjelaskan, Masjid merupakan sarana untuk beribadah, tempat untuk mempersatukan umat. Dia berharap, Takmir Masjid Agung dapat memberdayakan warga lokal untuk menjadi imam di Masjid Agung.
“Masjid itu tempat bengkel iman, tempatnya memperbaiki budi pekerti. Imamnya juga dari warga kita saja, gak perlu ambil dari luar. Berdayakan ustad atau kiyai yang ada dilingkungan sekitar,” kata Nanang.
Sementara, dihadapan Plt. Bupati Lamsel, Ketua Takmir Masjid Agung Kalianda, Erlan Murdiantono beserta 11 orang pengurus memaparkan progress pelaksanaan renovasi Masjid Agung yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalianda itu.
Erlan menuturkan, pelaksanaan renovasi tersebut telah dimulai sejak bulan Juni dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun (bulan Desember 2018) mendatang.
“Kami juga telah menyediakan Mushola untuk memfasilitasi jamaah yang akan melaksanakan ibadah. Mengingat keberadaan Masjid Agung ini berada di jalur lintas Sumatera, sebagai lokasi rest area yang sering disinggahi masyarakat,” kata Erlan. (Marhadan/Mar)









