oleh

PDIP Berpotensi Menangi Pemilu 2019

Harianpilar.com, Bandarlampung – Indonesia berpotensi mengalami tiga perubahan penting di ajang pemilihan umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Hal ini berdasarkan hasil survei Guinness World Record pada 16 Agustus 2018 lalu dengan memakai metode Multistage Random Sampling dari 1200 koresponden melalui wawancara tatap muka dan 2,9 persen margin error.

Ketiga si potenitu diantaranya, pertama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) potensial menjadi partai pertama memenangi pemilu dua kali berturut-turut di era reformasi dengan 24,8 persen.

Posisi kedua ditempati oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan 13,1 persen. Sedangkan Partai Golongan Karya (Golkar) menduduki peringkat ketiga dengan 11,3 persen.

Hal tersebut berdasarkan fakta-fakta di era reformasi dengan tidak pernah ada sebelumnya partai politik memenangi pemilu secara berturut-turut.

Pada pemilu legislatif tahun 1999, PDIP menduduki peringkat pertama dengan 33,7 persen dan 22,4 persen untuk Partai Golkar. Kemudian, pemilu legislatif tahun 2004, partai Golkar berada di posisi pertama dengan 21,6 persen dan 18,5 persen untuk PDIP di peringkat kedua.

Selanjutnya,  Pemilu legislatif 2009, peringkat pertama diduduki oleh partai Demokrat dengan 20,9 persen. Sedangkan Golkar menduduki peringkat kedua dengan 14,5 persen.

Kemudian, pemilu legislatif 2014, PDIP berada di posisi teratas dengan 18,9 persen dan diikuti 14,8 persen untuk Golkar diperingkat kedua.

Kedua, Gerindra potensial menjadi partai pertama menduduki peringkat runner-up selain PDIP dan Golkar.

Peringkat pertama PDIP dengan 24,8 persen. Kedua, Gerindra dengan 13,1 persen dan posisi ketiga 11,3 persen untuk Golkar. Hal ini berdasarkan fakta dari pemilu legislatif tahun1999 sampai 2014 lalu.

Ketiga, Golkar terancam tidak masuk peringkat dua besar untuk pertama kalinya dalam Pemilu, meski pada pemilu legislatif tahun 1999 – 2004 partai Golkar selalu masuk dalam peringkat dua besar.

Sebab, tidak ada perubahan dan gebrakan luar biasa untuk menciptakan efek elektoral positif terhadap partai sehingga partai berlambang pohon beringin ini berada di ambang batas,  naik lagi ke partai papan atas atau partai utama dengan dukungan diatas 15 persen. Atau turun ke partai papan tengah dengan dukungan dibawah 15 persen. (Mar/Lis)