Harianpilar.com, BandarLampung – Sejumlah tenaga pengajar di Yayasan Temenggung Jaya Abadi, yang menaungi SD, SMP, SMA IT Miftahul Jannah mengeluhkan kebijakan pihak yayasan yang dinilai bentuk kesewenang-wenangan.
Salah seorang eks guru SMA IT Miftahul Jannah Rika Edewina mengungkapkan, bentuk kesewenang-wenangan seperti, jam bekerja yang di luar batas, yakni dari pukul 07.00 – 17.00 WIB. Selain mengajar mereka juga dibebani untuk melakukan pekerjaan di luar tanggung jawab mereka. Seperti menyapu dan mengepel sekolah, mencuci piring, menguras atap bocor.
Diungkapkannya, untuk setiap tindakan indisipliner yang dilakukan oleh para guru, pihak yayasan akan memberi sanksi dengan pemotongan gaji. Contohnya keterlambatan setiap lima menit, dipotong Rp 5 ribu. Kemudian apabila tidak hadir karena sakit tanpa keterangan, dipotong Rp 25 ribu. Belum termasuk pelanggaran lainnya.
“Perjanjian awal gaji kami Rp 700 ribu, tapi karena pemotongan ini itu kami hanya dapat sekitar Rp 400 ribu. Bahkan ada teman saya yg hanya mendapat Rp 100 ribu sebulan,” ungkapnya, ketika dijumpai di rumah salah satu guru, Selasa (10/2/2015).
Oleh sebab itu, Rika memutuskan mengundurkan diri dan bermaksud mengambil gajinya. Karena saat itu dirinya sedang berhalangan, maka dibuatlah surat kuasa yang dititipkan oleh rekan sesama gurunya, Winanda Ejriyana. Rupanya, Wina justru dituduh memalsukan surat kuasa tersebut dan langsung diberhentikan saat itu juga.
“Saya gak juga gak tahu kenapa diberhentikan, padahal sudah saya jelaskan bahwa saya sudah dikuasakan,” keluh Wina. Nasib yang sama juga dialami eks kepala SMA IT Miftahul Jannah Eko Efriyanto, yang juga diberhentikan.
Saat dikonfirmasi, Ketua Yayasan Harsono Edwin membenarkan jika pihaknya memberlakukan sanksi tersebut. Tujuannya untuk membentuk kedisplinan para guru. “Karena kita juga sekolah swasta, dan supaya mereka (guru) lebih disiplin,” jelasnya.
Namun dia membantah terkait jam kerja. Harsono mengatakan jika jam mengajar hanya dari Pukul 09.00 – 15.00 WIB. Sayangnya, dia tidak bersedia memberikan keterangan lebih lanjut dan detail. Namun dia berjanji untuk tidak mempersulit para guru yang ingin mengundurkan diri.
“Silahkan bagi yang mau terus ya terus, mau mundur ya silahkan. Tidak akan kami persulit, ijazah juga akan kami kembalikan,” paparnya. (Putra/JJ).








