Harianpilar.com, Pesawaran – Operasi Zebra yang digelar Polres Pesawaran diduga menyalahi aturan. Pasalnya, Operasi Zebra dilaksanakan sejak tanggal 01 November 2017 sampai dengan 14 November 2017, tapi Polres Pesawaran diduga masih melakukan Operas Zebra pada Sabtu (18/11/2017) di Jalan Ahmad Yani, Gedongtataan, Kabupatan Pesawaran.
Sri Widyawati mengatakan dirinya kena tilang pada operasi yang digelar Polres Pesawaran lantaran Surat Izin Mengemudi (SIM) habis masa berlakunya. Lalu dia ditilang oleh oknum anggota Polisi Polres Pesawaran.
Anehnya pada surat tilang tersebut terdapat cap OPS Zebra 2017 Polres Pesawaran. Padahal Operasi Zebra telah habis masa berlakuknya sejak tanggal 14 November 2017.
Hal serupa juga dialami Maryadi. Dia mengatakan pihaknya kena tilang pada operasi yang digelar Polres Pesawaran pasa Sabtu (18/11/2017).
Motor yang dikendarai lantaran kaca spion sepeda motor yang dikemudikannya pada bagian kiri lepas. Sim dan kartu Pers Polda juga ikut ditahan oleh oknum polisi Bribda Dannif.
Ketika ditanya operasi tersebut dipimpin oleh siapa? Bribda Dannif mengatakan kegiatan tersebut hanya dihadiri dua Kanit, namun sayangnya dia tidak menyebutkan nama kedua Kanit yang dimaksud. “Operasi tersebut hanya dipimpin dua kanit. Dia da disebelah,” kata Dannif sambil menunjukkan keberadaan Kanit yang dimaksud.
Maryadi mengatakan pada Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012 tentang tata cara razia pada pasal 22 Ayat 1 diterangkan, sebelum lokasi razia wajib terdapat tanda pemberitahuan razia.
Lalu Ayat 1 menetapkan tanda itu diletakan jaraknya paling sedikit 50 meter sebelum pemeriksaan serta Ayat 4 menyatakan harus mudah terlihat oleh pengguna jalan.
Tempat pemeriksaan juga wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan kendaraan bermotor. Tanda dimaksud harus ditempatkan pada jarak sekurang-kurangnya 50 meter sebelum tempat pemeriksaan.
“Nah, tanda pemberitahuan tersebut persis berada oknum polisi melakukan razia,” kata Maryadi.
Kemudian Zainal, warga Way Khilau hendak mengantarkan istrinya operasi lantaran terkena kanker payu dara yang dijadwalkan pada pukul 14.OO WIB, tapi lantaran mobil yang dikendarainya bermasalah mobil tersebut ditahan.
“Saya heran kenapa oknum Polisi tidak menyarikan mobil untuk mengantar istri saya ke RS mau operasi yang dijadwalkan pukul 14.00 WIB. Istri tekapar cukup lama di Jalan Baru deket kantor Polsek Gedongtaan, lalu saya cari kendaraan lain sehingga sampai ke RS pukul 17.00 WIB, akibatnya istri saya gagal operasi,” keluhnya dengan nada sedih. (Mar)









