oleh

Bupati Tuba Minta Kakam Tingkatkan Pengetahuan

Harianpilar.com, Tulangbawang – Bupati Tulangbawang Hanan A Rozak mengingatkan kepada kepala kampung, bahwa tugas dan tanggungjawab Kepala Kampung (Kakam) cukup berat, sehingga memerlukan langkah-langkah strategis.

“Saya tegaskan hendaknya kepala kampung, selalu belajar untuk meningkatkan pengetahuan, sehingga dapat memimpin dan mengelola anggaran kampung dengan benar,” kata Hanan saat melantik 62 Kepala Kampung terpilih, di Gedung Serba Guna (GSG) Menggala, Kecamatan Menggala Kabupaten Tulangbawang, Jumat (10/11/2017).

Hanan menegaskan anggaran yang dikelola kepala kampung bersumber dari Dana Desa (DD), yang dikucurkan Pemerintah Pusat. Kemudian, ditambah Anggaran Dana Kampung (ADK) dari APBD Tulangbawang.

“Saya berharap Kepala Kampung dapat mengelolanya dengan benar sesuai dengan aturan yang ada, demi meningkatkan pembangunandan kemajuan dan kesejahtaraan masyarakat  kampung. Untuk mencapai semua itu, sangat diperlukan sikap proaktif, inovatif, kreatif, mutlak diperlukan, demi kemajuan suatu kampung yang diharapkan masyarakat setempat,” katanya.

Hanan juga mengharapkan, agar Kepala Kampung dan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), sebagai mitra kerja, dapat bekerjasama dan kebersamaan yang baik, dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam menyusun strategi kebijakan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di tingkat Kampung.

Hanan menjelaskan pelantikan 62 Kepala Kampung terpilih, berdasarkan pemilihan Kepala Kampung yang dilakukan secara serentak di 13 kecamatan pada tanggal 19 September lalu.

Menurut Hanan  pemilihan Kepala Kampung, merupakan sarana demokrasi dalam menentukan pimpinan pada tingkat Kampung, sesuai mekanisme dan prosedur yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Kemudian, berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tulangbawang Nomor 06 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Kampung, yang telah tercantum dalam peraturan Kampung.
Untuk itu, patut disyukuri bahwa melalui proses yang panjang tersebut, Pilkakam dapat dilaksanakan dengan baik, aman, dan demokratis. Walaupun disadari bahwa dalam proses demokrasi perbedaan pendapat dan pilihan merupakan bagian yang tidak bisa dihindari.

“Mari kita memandang perbedaan itu sebagai rahmat dari Allah SWT, bukan sesuatu yang menyebabkan kita saling menyalahkan antara satu dengan yang lain. Kita semua yakin bahwa pada hakekatnya dalam pemilihan kepala Kampung yang kita lakukan kemarin, adalah untuk menjalankan proses demokrasi dalam menentukan pemimpin kampung yang berdasarkan pilihan masyarakat itu sendiri. (Merizal/Mar)