Harianpilar.com, Bandarlampung – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Lampung siap membangun tiga Pos Search And Rescue (SAR). Ketiga pos tersebut akan dibangun di Bakauheni (Lampung Selatan), Menggala (Tulangbawang) dan Lampung Utara.
Kepala BNPP Lampung, Jumaril mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun naskah pengajuan untuk pembangunan tiga Pos SAR tersebut.
“Ini masih dalam proses pengajuan. Ini kan sudah November. Insya Allah akan terealisasinya di tahun 2018,” ujarnya saat diwawancarai di Lieps Cafe Bandarlampung, Sabtu (4/11/2017).
Dijelaskannya, untuk Pos SAR yang Tulangbawang ini areal operasinya meliputi Kabupaten Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Mesuji, dan Lampung Tengah bagian utara.
Untuk Pos SAR Bakauheni, lanjutnya, areal operasinya meliputi jalur selat sunda sampai mencover pesisir laut timur atau pesisir Lampung Timur.
“Untuk di Bakau ini, saya amati jalur lintasnya cukup padat. Selain kapal yang menyebrang dari merak-bakau, ternyata ada yang cuman sekedar melintas di selat sunda ini cukup banyak. Seperti kapal-kapal kargo dan lainnya,” paparnya.
Lebih lanjut, untuk saat ini pihaknya telah membentuk satu Pos SAR yang ada di Kabupaten Tanggamus.
“Untuk Pos SAR Tanggamus ini operasi wilayahnya meliputi wilayah Tanggamus itu sendiri, Pesisir Barat, Lampung Barat, Pringsewu,” jelasnya.
Terkait jumlah rescuer, Jumaril menjelaskan, pihaknya menempatkan satu regu rescuer dalam satu Pos SAR. Dimana dalam satu regu tersebut terdiri dari 12 rescuer.
Namun, menurutnya, jumlah tersebut belum memadai. Karena, jumlah ideal rescuer dalam satu Pos SAR itu berjumlah 36 rescuer.
“Namun 12 rescuer ini sudah sangat cukup untuk melakukan operasi SAR tindakan awal,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan, dalam memaksimalkan operasi SAR, pihaknya juga melibatkan oeganisasi dan instansi yang berpotensi SAR.
“Ini guna membantu kita dalam operasi untuk kejadian-kejadian yang besar yang memang membutuhkan tenaga yang lebih,” tukasnya.(Ramona/Mar)









