oleh

Rossidin, Lovebird Ombyokan Yang Fenomenal

Harianpilar.com, Bandarlampung – Burung lovebird saat ini sudah menjadi primadona bagi kalangan kicau mania. Lovebird yang memiliki suara khas ekekan ini mampu bersaing dengan burung-burung lomba lainnya seperti murai batu, kacer, kenari dan lainnya.

Di latihan bersama (latber), latihan prestasi (latpres), hingga lomba-lomba besar kelas lovebird selalu ramai bahkan selalu full gantangan. Belakangan juga banyak muncul lovebird-lovebird fenomenal dengan durasi panjang dan isian yang mewah.

Salah satunya adalah lovebird Rossidin milik Isan Fadjrian dari Sanjaya SF Pekanbaru Riau. Rossidin merupakan lovebird konslet dengan durasi sedang namun konsisten. Meski burung yang dibeli dari omyolan di kios burung, tapi secara kualitas Rosidin mampu bersaing dengan lovebird-livebird dari trah yang jelas.

Rosidin kini sedang menjalani tour kota, sudah puluhan kota didatangi Isan Fadjrian bersama Rossidin dan sudah ratusan trofi dan piagam yang di peroleh dari berbagai event lomba burung.

Dan sudah hampir dua pekan ini, Rossidin menjalani tour di Lampung. Berbagai perlombaan dari latber hingga lomba besar sudah dilakoni Rossidin, meski hampir setiap hari ‘konser’ tapi Rossidin selalu konsisten berada di jalur podium. Bahkan tak jarang Rosidin hattrick dan quartrick, dan stamina Rosidin seolah tak pernah habis.

Seperti pada Mandiri Cup dilapangan Oriq Jaya jalan Sultan Agung Wayhalim Bandarlampung, Rosidin turun di 7 kelas, tiga kelas Rosidin juara 1, tiga kelas juara 2, dan satu kelas Rossidin kurang bekerja.

Begitu juga di lomba dan pameran burung Kalapas Rajabasa Cup Minggu 3 September kmrin, Rossidin mampu podium 1 di tiga kelas sekaligus termasuk di kelas eksekutif dan satu kelas lainnya juara 2.

Setiap tampil Rossidin selalu menjadi pusat perhatian kecau mania. Selain suaranya yang khas, juga karena Rossidin sangat rajin berbunyi dengan jeda hanya hitungan detik.

Dalam perawatan Rossidin ternyata tidak ribet, begitu juga pakan sama seperti kebanyakan burung lainnya.”Rosidin ini burungnya tidak manja, perawatan harian maupun lomba tidak ribet. Yang penting jika sedang tidak lomba Rossidin disatukan dengan pasangannya yang bernama Dedek,” ujar Isan Fajrian saat berbincang dengan Harian Pilar, belum lama ini.

Menurut Isan, lovebird merupakan burung cerdas dan tipikal burung karakter. Jadi yang di perlukan adalah memahami karakter burung dan mampu memahami yang dikehendakinya.”Rossidin ini ekstra foodingnya cuma jagung. Dan saat akan lomba di pisahkan dari pasangannya. Kemudian buat dia senyaman mungkin. Jika sudah begitu maka dia akan bekerja dengan baik,” ungkapnya.

Meski sudah memiliki lovebird fenomenal, Isan ternyata belum berpuas diri dan terus belajar. Namun, Isan juga selalu dengan senang hati melayani setiap orang yang bertanya tentang burung.”Saya masih terus belajar. Karena ilmu pengetahuan di burung juga terus berkembang. Saya juga masih terus banyak bertanya dan belajar dari para kicau mania lainnya. Prinsifnya setiap kicau mania memang harus saling berbagi ilmu,” ujar Isan.

Disinggung harga yang pernah ditawarkan orang untuk Rosidin, Isan enggan menyebut angkanya.” Sudah banyak kalau yang nawar termasuk dengan harga yang lumaian tinggi. Tapi saya memang tidak berniat menjual Rosidin, biar Rosidin dan saya selalu bersama,” ujar Isan dengan nada bercanda.(Budi/Heri)