Harianpilar.com,Bandarlampung – Harapan masyarakat di Pekon Sukoharjo IV, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, untuk memiliki akses penghubung yang lebih mudah akhirnya terwujud. Sebuah jembatan baja yang menghubungkan dua pekon kini berdiri kokoh dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
Sebelum jembatan dibangun, warga mengaku kesulitan keluar masuk kawasan pertanian, khususnya ketika mengangkut hasil pertanian untuk dijual. Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat setempat.
Aspirasi tersebut kemudian disampaikan kepada Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mukhlis Basri, untuk diperjuangkan kepada pemerintah.
Mukhlis Basri mengatakan, pembangunan jembatan tersebut berawal dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan akses lebih baik untuk mendukung aktivitas pertanian.
“Pembangunan jembatan itu berawal dari aspirasi masyarakat setempat yang mengeluhkan akses untuk keluar masuk hasil pertanian. Aspirasi ini saya bawa ke pemerintah dan alhamdulillah pemerintah bergerak cepat untuk membangun jembatan tersebut,” kata Mukhlis Basri dalam siaran persnya, Selasa (1/9/2026).
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah yang telah merespons aspirasi masyarakat dengan cepat sehingga pembangunan jembatan dapat direalisasikan.
“Saya apresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah bergerak cepat membangun jembatan tersebut. Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini membutuhkan akses yang lebih mudah,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu memangkas kesulitan warga dalam membawa hasil pertanian dari lokasi produksi menuju akses transportasi dan pusat-pusat pemasaran.
“Semoga dengan adanya jembatan tersebut masyarakat yang mayoritas adalah petani bisa terbantu, sehingga akses untuk membawa dan menjual hasil-hasil pertanian mereka menjadi lebih cepat dan mudah,” harapnya.
Mukhlis juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut. Menurutnya, fasilitas yang dibangun untuk kepentingan masyarakat harus dijaga agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Kehadiran jembatan baja tersebut disambut antusias masyarakat. Seorang warga menyampaikan rasa terima kasih kepada Mukhlis Basri karena telah memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga akhirnya pembangunan jembatan dapat terealisasi.
“Sebelum ada jembatan, awalnya kami susah sekali untuk mengeluarkan hasil pertanian. Tapi alhamdulillah, setelah terbangunnya jembatan ini berkat dari Bapak Mukhlis Basri, kami atas nama masyarakat sangat berterima kasih,” ungkap warga.
Warga berharap jembatan tersebut tidak hanya menjadi akses penghubung antarkedua pekon, tetapi juga mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ucapan terima kasih juga disampaikan warga kepada Mukhlis Basri atas kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat.
“Terima kasih Bapak Mukhlis yang telah merealisasikan jembatan baja yang menghubungkan dua pekon. Jasa yang luar biasa ini akan selalu dikenang warga masyarakat. Kami sungguh sangat bangga dengan perjuangan dan sentuhan kasih yang sangat mengagumkan ini,” ungkap warga.
Selain berfungsi sebagai akses transportasi dan pengangkutan hasil pertanian, jembatan tersebut kini juga menjadi perhatian masyarakat karena bentuknya yang unik serta panorama alam di sekitarnya yang menarik. Warga dan pengunjung bahkan mulai berdatangan untuk melihat dan mengabadikan suasana di lokasi.
Bagi masyarakat Sukoharjo IV, keberadaan jembatan tersebut bukan sekadar infrastruktur penghubung. Jembatan baja itu kini menjadi akses penting bagi aktivitas pertanian sekaligus harapan baru untuk memperlancar roda perekonomian warga.Kalau diinginkan, saya juga bisa buatkan versi lebih “nendang” untuk headline halaman 1 Koran Editor, dengan judul utama, subjudul, kick news, dan gaya bahasa koran yang lebih tajam. (Ramona)










Komentar