oleh

Di Pesawaran Beredar Pertalie Diduga Palsu

Harianpilar.com, Pesawaran – Masyarakat nampaknya mestinya hati-hati dan waspada didalam mengisi bahan bakar kendaraannya. Pasalnya, bahan bakar jenis pertalite diduga palsu sudah banyak beredar di kios/warung kaki lima. Salah seorang diantaranya berinisial Fk (32) warga Desa Penengahan, KecamatanWay Khilau, Kabupaten Pesawaran menjadi korban. Dia mesti rela mendorong kendaraan roda dua miliknya ke bengkel, lantaran bahan bakar minyak jenis pertalite yang diisi di kios/warung kaki lima rupanya pertalite palsu. Karuan saja, motor miliknya mati seketika dan tidak bisa hidup. Meskipun dirinya sudah berungkali menstater dan bahkan mengengkol motornya.

“Sebelumnya motor saya ngak ada masalah. Tapi setelah saya menambah bahan bakar jenis pertalite sebanyak 2 liter dikios kaki lima dijalan Desa Tanjung Kerta, Way Khilau, selang beberapa waktu kemudian mortor saya mati,” ujar pria berdarah jawa itu, seraya mewanti namanya tidak ditulis.

Dia menuturkan, menurut keterangan bengkel tempat dimana dirinya memperbaiki kendaraan roda dua miliknya tersebut. Disebabkan akibat bahan bakar minyak yang digunakan. Dia menerangkan, bahan bakar pertalite yang dibelinya diduga bahan bakar minyak mentah yang telah melalui proses penyulingan (campuran).

“Motor saya terpaksa bongkar mesin mas. Untuk itu hati-hati kalau mau beli minyak di kios. Jangan sampai jadi korban seperti saya,” bebernya, Senin (14/8/2017).

Kemudian saat ditanya lebih detail dikos/warung tempat menjual bahan bakar jenis pertalite palau tersebut, dia enggan menerangkan dan menjelaskan lokasi warung kaki lima yang dimaksud. Mengingat katanya kios tempat dimana ia membeli minyak pertalite tersebut merupakan tetangga kampung tempat dimana ia tinggal.

Sementara terpisah, salah seorang pemilik warung/kios yang juga menjual bahan bakar kendaraan jenis pertalite dan yang sejenisnya menerangkan hal serupa. Dikatakannya, dirinya sendiri enggan untuk membeli minyak pertalte dari pihak agen atau distributor minyak.

“Saya kalau beli minyak pertalite atau bensin langsung ke SPBU pak. Kalau mèlalui agen atau yang diusung oleh mobil keliling, saya ngak mau. Katanya sih, minyak pertalite yang dijual lewat mobil itu kurang bagus. Kabar berkembang, katanya minyak oplosan pewarna (pertalite), dan ada juga yang bilang minyak bensin mentah,” urai Dy, salah seorang pemilik warung penjual minyak pertalite dan sejenisnya juga sembako yang berada di Desa Cimanuk, Keamatan Waylima. (Fahmi/Mar)