oleh

Samsul Hadi Soroti Sampah Berserakan di Pasar Kotaagung

Harianpilar.com, Tanggamus – Wakil Bupati Tanggamus Samsul Hadi, akan mengevaluasi Organisasi Perangkar daerah (OPD) hingga ketingkat kecamatan terkait masalah sampah pasar Kotaagung, Kabupaten setempat.

Samsul Hadi mengakui, masalah sampah yang ada di pasar Kotaagung merupakan masalah bersama dan sudah cukup lama, dan semestinya sudah ada penyelesaian.

“Kita akan evaluasi semua pihak yang terkait dalam urusan sampah ini, terutama kecamatan Kota agung yang selama ini mengurusi hal tersebut,” ungkap Samsul, Jumat (11/8/2017).

Wabup menerangkan, semenjak dahulu sudah ada anggaranya, masalah itu ditangani oleh kecamatan, dan difasilitasi oleh Pemkab melalui beberapa Satker terkait.

“Anggaran itu memang sudah ada, kalau masalah kurang bisa kita bahas, bila perlu ditambah ya ditambah, tapi harus kita evaluasi anggaran dan kinerja selama ini. Bagaimana tekhnisnya apakah sudah sesuai apa belum, baru kita bicara anggaran,” tegas Wabup.

Sementara itu, tekhnis yang sedang berjalan saat ini pengangkutan sampah dari TPS yang ada di pasar Kota agung hanya dilakukan satu kali sehari dan dilakukan pada sore hari yang sebelumnya pada pagi hari, sehingga sampah tersebut tidak tertampung dan meluber ketengah jalan serta menimbulkan bau yang tidak sedap serta menyebabkan banyaknya lalat, sehingga pasar Kota agung terkesan jorok dan kumuh.

Menurut salah seorang warga Kota agung, Indra, sudah seharusnya pengunjalan sampah tersebut dilakukan dua kali sehari, mengingat semakin meningkatnya jumlah pedagang dan pengunjung pasar.

“Pengangkutan satu kali sehari itu sudah tidak efektif, buktinya meskipun berpindah jadwal pengangkutan tetapi tetap saja sampah itu menumpuk, dan mengganggu pemandangan sekaligus penciuman, sehingga menimbulkan kesan jorok pada pasar yang berada di pusat Kabupaten kita ini,” ungkapnya.

Selanjutnya Indra warga Pekon Terbaya itu mengatakan bahwa, selama ini pengangkutan yang hanya berjalan satu kali dalam 24 jam itu ditambah pula pada hari Sabtu dan Minggu libur (Istirahat) sehingga pada hari-hari tersebut tumpukan sampah semakin melonjak.

“Ditambah lagi saya perhatikan, para pekerjanya tidak dilengkapi alat-alat yang memadai seperti layaknya petugas kebersihan yang ada di daerah lain, tanpa seragam, tanpa sarung tangan, dan peralatan lainnya sehingga menambah keprihatinan kita, sehingga sangat terlihat kalau keperdulian Pemkab terhadap petugas sampah masih sangat minim,” ujarnya. (Agus/Mar)