Harianpilar.com, Bandarlampung – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa sebuah mobil Toyota Innova BE 2369 YJ di jalan Sutan Haji, Sepang Jaya, Sabtu (15/7/2017) pukul 15.30 WIB. Akibat kejadian naas tersebut mobil mengalami rusak parah, beruntung kedua penumpang hanya mengalami luka ringan dan langsung dibawa keklinik terdekat.
Diketahui bahwa kedua penumpang tersebut yaitu Sugianto (60) dan Kalamudin. Mereka merupakan warga jalan Sutan Haji, Sepang 1 Kecamatan Labuhan Ratu.
Batang pohon setinggi 15 meter itu menimpa mobil innova BE 2396 YJ yang tengah dikemudikan Sugianto. Akibatnya, atap mobil tersebut hancur. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.15 WIB.
Beruntung Sugianto lolos dari maut. Pensiunan pegawai Universitas Lampung (Unila) ini mengalami luka dibagian tangan kanan dan pelipis kanan. Kalamudin, Ketua RT setempat yang ikut menumpang mobil, juga mengalami cidera.
“Saya dapat info dari pak RT Kalamudin yang datang. Mereka mengasih tahu kalau mobil yang ditumpangi ayah saya tertimpa pohon. Begitu mendengar, saya langsung bergegas menuju lokasi kejadian dan membawa ayah saya ke klinik didekat sini,” ujar kata Aditya Dwi Apriyanto (30).
Saat peristiwa nahas itu terjadi, mantan Kasubbag TU Puskom TIK Unila ini baru pulang dari meninjau rumah anaknya yang ada di Rajabasa. Ketika Adit tiba di lokasi, sang ayah sudah berhasil keluar dari mobil. Ia kemudian dievakuasi ke klinik pengobatan. Sambil menitikkan airmata, Adit mengaku khawatir dengan ayahnya. Terlebih, jika dia melihat kondisi mobil yang ringsek berat.
“Saya kepikiran dengan kondisi ayah. Dia nggak mau dibawa kerumah sakit. Soalnya ayah mau menghadiri syukuran pindah rumah adik saya itu dulu. Baru kita bawa kerumah sakit untuk periksa,” jelasnya.
Atas kejadian ini,kerugian yang harus ditanggung Sugianto mencapai Rp100 juta. Dari informasi yang diperoleh Adit, warga sekitar telah berulangkali meminta Badan Pengawasan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kota Bandarlampung agar menebang pohon nahas itu. Sebab, pohon itu dalam kondisi miring, tapi tak ada tindakan. Karenanya, Senin (17/7/2017) nanti dia berencana mendatangi BPLHD kota.
Minggu (16/7/2017) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung menerjunkan beberapa personilnya ke lokasi kejadian untuk memotong pohon. Tuti Setiani (52), pemilik rumah yang berada tepat di depan pohon itu punya firasat tak enak. Pohon tersebut, lanjut Tuti sudah berusia puluhan tahun.
“Itu pohon udah ada sejak saya pindah kesini tahun 1987. Waktu itu masih kecil pohonnya. Tapi makin kesini makin besar. Nah sekitar awal tahun kemarin, saya liat kok ada tikus keluar dari batang itu bawa remahan kayu,” ujarnya.
Saat kejadian pohon ambruk, Tuti mengaku tak mendengar suara keras. Menurut dia tidak ada bunyi yang kuat. Hanya seperti barang jatuh biasanya. “Tadi (kemarin,Red) memang hujan deres. Saya juga nggak lihat langsung jatuhnya pohon ini,” tambahnya. (Fitri/Maryadi)









