oleh

RIS PNPM Tubarat ‘Karut Marut’

Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Karut marut Perealisasian RIS-PNPM Kabupaten Tulangbawang Barat semakin terkuak. Selain pengerjaanya dilapangan yang diduga kuat sarat penyimpangan, pengelolaan anggarannya juga diduga kuat tidak sesuai ketentuan. Bahkan, struktur Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) dan Fasilitator Masyarakat (FM) juga terindikasi bermasalah.

Hal ini terlihat dari pengakuan Salah satu Bendahara OMS Kampung Mulya Jaya Kecamatan Gunung Agung, Sukardi. Menurut Sukardi, dirinya tidak mengetehui stuktur ataupun nama-nama yang tergabung di dalam struktur OMS di RIS-PNPM tahun 2014.

Ketidak jelasan susunan pengusur OMS ini menguatkan dugaan jika perealisasian dan pengelolaan RIS PNPM yang dikelola Bidang Cifta Karya Dinas Pekerjaan Umum(PU) Tubarat ini sarat permainan.”Benar saya yang menjadi bendahara pada OMS di kegiatan RIS-PNPM Mulya Jaya.Tapi soal Struktur keanggotaan yang tergabung di OMS RIS-PNPM saya tidak tau,” ungkapnya, Kamis (22/1/15).

Parahnya, Fasilitator Masyarakat (FM) yang memfasitasi di wilayah itu juga tidak diketahui.”Saya gak tau FM-nya juga. Kalau nama ketua OMS-nya Sugiono dan bendahara saya sendiri, namun untuk sekretaris dan yang lainnya saya tidak tau,” tandasnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PU Tubarat, Firmansyah, terkesan buang badan dalam masalah ini. Beberapa kali hendak di konfirmasi di kantornya selalu tidak berada ditempa, dan ponselnya selalu dalam keadaan tidak aktif.

Diberitakan sebelumnya,Pelaksanaan Proyek RIS PNPM yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubabar) tahun 2014 diduga kuat bermulur masalah. Bahkan, ada dugaan anggaran yang direalisasikan tidak sesuai dengan pagu anggaran yang gelontorkan pemerintah.

Kondisi itulah yang menyebabkan kualitas proyek RIS PNPM tidak baik dan cepat rusak meski baru berumur beberapa bulan.”Kalau proyek RIS PNPM tahun 2014 tapi sekarang kondisinya sudah banyak yang rusak patut dipertanyakan. Bisa jadi rendahnya kualitas proyek RIS PNPM di Tubarat itu akibat anggarannya tidak sepenuhnya dilaksanakan. Kalau sepenuhnya dilaksanakan tidakmungkin kualitasnya rendah,” terang Tim Kerja Institute on Corruption Studies (ICS), Apriza, saat dimintai tanggapannya, Minggu (18/1/15).

Menurutnya, penegak hukum harus mengusut masalah itu. Jangan sampai, program pemerintah yang sangat menyetuh masyarakat itu, justru dijadikan ajang memperkaya diri oleh oknum terkait.”Ini harus diusut, biar jadi pelajaran,” tegasnya.

Sekedar untuk diketahui, pelaksanaan RIS PNPM di Tubarat tahun 2014 diduga kuat bermasalah.
Pasalnya proyek yang baru selesai dikerjakan itu di beberapa desa kini kondisinya sudah memprihatinkan.

Salah satu proyek RIS PNPM yang terindikasi sarat penyimpangan yakni, di kampung Mulya Jaya, Kecamatan GunungAgung. Diketahui, hasil pekerjaan jalan underlagh terlihat bergelombang, kondisi ini diduga pengerasan jalan tersebut belum maksimal.

“Memang saat pemadatan itu warlesnya masuk sudah terlalu sore, bahkan saat proses pemadatan itu sudah gelap,” ungkap anggota OMS SUkardi, Rabu (14/1/15).

Kondisi yang sama juga terjadi di Kampung Kibang Yekti Jaya, Kecamatan Lambu Kibang. Proyek dengan kontrak 08/SP3.OMS/RIS-PNPM/PIP/TBB/IX/2014 senilai Rp250 juta dikeluhkan warga, karena pengerjaan jalan underlagh tersebut juga terindikasi asal-asalan, terlihat kurang pemadatan dan batu jalan yang sudah banyak terlepas.

“Memang pengerjaan proyek ini belum lama selesai Mas, tapi kondisinya sudah seperti itu, batunya banyak yang sudah kocar kacir, belum lagi seperti tidak ada pemerataan badan jalan sebelum batu-batunya di susun. Karena bisa di lihat sendiri sepanjang badan jalanya banyak yang bergelombang,” ujar warga yang namanya enggan ditulis, Rabu (14/1/15).

Bahkan yang terparah pekerjaan di Kampung Toto Katon, Kecamatan Gunung Terang. Tampak pada bagian talud jembatan tidak menggunakan batu tetapi menggunakan batako. Selain itu dalam pengerjaan proyek tersebut tekesan tertutup, karena tidak di sertai dengan papan nama kegiatan pada pengerjaan proyek tersebut.(*)