oleh

DPRD ‘Garap’ Proyek PU Tuba

Harianpilar.com, Tulangbawang – DPRD Kabupaten Tulangbawang (Tuba) langsung bersikap terkait masalah banyaknya proyek infrastruktur jalan tahun 2015-2016 milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat yang berlumur dugaan korupsi kolusi dan nepostisme (KKN). Para wakil rakyat itu akan segera memanggil dinas terkait dan rekanan.

Beberapa proyek yang terindikasi sarat masalah itu diantaranya proyek tahun 2015 berupa Peningkatan jalan sampai hotmik ruas jalan SP.Bawang Sakti-Cempaka Dalam Kecamatan Menggala Timur yang dikerjakan CV.Abadi Pembangunan Persada menelan anggaran Rp 1,5 Milyar dengan volume pekerjaan panjang 1,03 Km dan lebar 3,5 M. Kini jalan ini sudah banyak berlubang, retak-retak panjang, bahkan ambrol baik ditengah dan dipinggir kanan dan kiri jalan.

Begitu juga proyek tahun 2015 lainnya yakni Proyek jalan Lapen ruas Jalan Poros Rajawali – Karya Bakti Kecamatan Meraksa Aji dikerjakan oleh CV. Putri Menggala menelan anggaran Rp1,5 Miliar dengan volume panjang 3 Km lebar 3 Meter, dan proyek Ruas Jalan Kecubung Jaya KNPI – Talang Buah Kecamatan Gedung Aji dengan volume panjang 2,25 Kilometer dan Lebar 3,50 Meter, Proyek ini dikerjakan oleh CV.Indo Teknis Prima Solusi dengan menghabiskan anggaran Rp3 Miliar.

Kondisi yang sangat parah juga ditemukan pada proyek tahun 2016 yakni proyek Jalan Kecubung Mulya-Kecubung yang baru selesai dikerjakan Desember 2016. Proyek yang dikerjakan oleh CV. Putri Menggala ini menghabiskan anggaran hingga Rp3,2 Miliar, tapi kini kondisinya sudah rusak parah, retak dan mengelupas serta berlubang.

Anggota Komisi III DPRD Tuba, Rohadie, mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti masalah dugaan penyimpangan proyek-proyek Dinas PU Tuba itu. Sebab menjadi tugas DPRD untuk melakukan pengawasan dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan proyek pembangunan.

“Sebagai bagian dari fungsi monitor atau pengawas pasti kami tindak lanjuti. Kita akan dalami masalah ini,” tandasnnya, baru-baru ini.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, masalah ini akan di koordinasikan dengan Ketua Komisi untuk segera diagendakan pemanggilan terhadap dinas terkait dan rekanan.”Akan kita pertanyakan siapa pengerjanya. Sehingga bisa di ketahui siapa yang bertanggungjawab,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pelaksanaan proyek infrastruktur jalan tahun 2015-2016 milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tulangbawang diduga kuat sarat penyimpangan. ‘Kebobrokan’ proyek-proyek bernilai miliaran itu terlihat dari kondisi proyek yang mayoritas sudah rusak parah.

Dari sample yang diambil dari proyek tahun 2015 dan 2016, ditemukan pelaksanaan proyek Dinas PU Tuba cenderung berkualitas murahan meski menelan anggaran miliaran, bahkan baru seumur jagung proyek-proyek itu sudah mengalami kerusakan parah.

Seperi proyek tahun 2015 berupa Peningkatan jalan sampai hotmik ruas jalan SP.Bawang Sakti-Cempaka Dalam Kecamatan Menggala Timur yang dikerjakan CV.Abadi Pembangunan Persada menelan anggaran Rp 1,5 Milyar dengan volume pekerjaan panjang 1,03 Km dan lebar 3,5 M. Kini jalan ini sudah banyak berlubang, retak-retak panjang, bahkan ambrol baik ditengah dan dipinggir kanan dan kiri jalan.

Begitu juga proyek tahun 2015 lainnya yakni Proyek jalan Lapen ruas Jalan Poros Rajawali – Karya Bakti Kecamatan Meraksa Aji dikerjakan oleh CV. Putri Menggala menelan anggaran Rp1,5 Miliar dengan volume panjang 3 Km lebar 3 Meter, dan proyek Ruas Jalan Kecubung Jaya KNPI – Talang Buah Kecamatan Gedung Aji dengan volume panjang 2,25 Kilometer dan Lebar 3,50 Meter, Proyek ini dikerjakan oleh CV.Indo Teknis Prima Solusi dengan menghabiskan anggaran Rp3 Miliar.

Kedua proyek ini kondisinya juga sudah sangat parah, selain terdapat banyak lubang juga sudah mengalami retak-retak parah serta ambrol. Bukannya membuat masyarakat bangga, keberadaan proyek berkualitas buruk ini justru menyengsarakan masyarakat.”Baru saja selesai dikerjakan sudah rusak kembali mas. Seperti jalan lapen dari Simpang Poros Rajawali sampai dengan Karyabakti ini, sudah banyak lobang dan ambles, batu-batunya bertaburan dijalan, ini malah menyengsarakan mas,” keluh Sutiman (26), Warga di Kecamatan Meraksa Aji.

Menurut Sutiman, awalnya masyarakat sangat berterimakasih pada Pemerintah yang telah memperbaiki jalan itu. Namun, pelaksanaan perbaikan yang menghasilkan jalan berkualitas buruk itu justru menimbulkan kekecewaan pada masyarakat.
“Kami atas nama masyarakat Gedung Aji sangat berterimakasi kepada pemerintah yang telah meperbaiki jalan di Kampung kami, tetapi kami juga sangat kecewa atas kualitas jalan itu, kondisinya sudah mulai berlubang dan retak panjang,” cetusnya, beberapa waktu lalu.

Dari hasilpenelusuran Harian Pilar, memang ditemukan kondisi jalan-jalan itu rusak parah, retak-retak dan belah, hingga ambrol dan berlubang. Bahkan, sisi kanan dan kiri pada masing- masing bahu jalan terkelupas sehingga mempersempi jalan tersebut.Kondisi jalan ini justru membahayakan pengguna jalan khususnya pengendara sepedah motor.

Kondisi yang sangat parah juga ditemukan pada Jalan Kecubung Mulya-Kecubung yang baru selesai dikerjakan Desember 2016. Proyek tahun 2016 yang dikerjakan oleh CV. Putri Menggala ini menghabiskan anggaran hingga Rp3,2 Miliar, tapi kini kondisinya sudah rusak parah, retak dan mengelupas serta berlubang.

Kuat dugaan pengerjaan proyek ini tidak sesuai spesifikasi teknis yang ditentukan dalam kontrak,hal itu terlihat dari penggunaan matrial lapisan permukan pada jalan yang sangat tipis sehingga ikatan antaraspal dengan agregat mudah lepas dan menyebabkan jalan cepat rusak.

Sementara, pihaknya Dinas PU Tuba bungkam terkait masalah ini. Dikonfirmasi melalui surat resmi, Kepala Dinas PU Tuba, Ferli Yuledi tidak memberikan jawaban.(Merizal/Maryadi)