Harianpilar.com, Bandarlampung – Sekretaris Lurah Kuripan, Telukbetung Barat, Bandarlampung Rismizar (44) tewas ditembak di Jalan ZA Pagaralam, di depan Kampus Pasca Sarjana Universitas Bandar Lampung (UBL), Selasa (23/5/2017), sekira pukul 18:30 Wib.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih, menjelaskan, korban warga Jalan ZA. Pagaralam, No. 05, Labuhanratu, Bandarlampung. Sementara pelaku penembakan diketahui bernama MK (34), seorang tukang ojek.
“Pelaku saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian untuk mengetahui motif penembakan yang menyebabkan korban tewas,” kata dia.
Saat ini, aparat kepolisian juga masih memeriksa saksi-saksi yang mengetahui aksi brutal itu. Diantaranya MR (20), anggota Polres Pesawaran, warga jalan Untung Suraparti, Labuhanratu, Bandarlampung dan AR (26), warga Jalan M Yunus, Waykandis, Tanjungsenang, Bandarlampung.
“Peristiwa bermula terjadi keributan antara korban dan pelaku di lokasi kejadian. Tidak disangka, pelaku yang diketahui berprofesi sebagai tukang ojek mencabut pistol dan menembakannya ke kepala. Sempat terjadi letusan satu kali dan mengenai mata kiri korban,” jelas Sulistyaningsih.
Setelah melakukan penembakan, tersangka melarikan diri dengan cara menumpang disertai penodongan kepada seorang pengguna jalan. Sementara, motor dan rekan pelaku ditinggal di tempat kejadian perkara.
“Korban sempat dilarikan ke RS Advent Bandarlampung. Namun peluru menembus mata dan ke kepala belakang dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RS Advent. Saat ini, aparat menyita motor jenis Yamaha Mio warna hijau BE-3517-UF. Dan saksi yang mengetahui peristiwa itu dibawa ke Polsek Kedaton,” ungkap Sulistyaningsih.
Sementara itu, Keluarga Sekretaris Lurah Kuripan, Telukbetung Barat, Rismizar, histeris di Rumah Sakit Advent, Selasa (23/5/2017) malam. Mereka menangis seperti tak percaya bahwa Rismizar telah tewas akibat ditembak orang tak dikenal, di Jalan ZA Pagar Alam, tepatnya di depan kampus pascasarjana UBL.
Tiga orang perempuan menangis saat mengetahui Rismizar tewas.
Ada yang memukul-mukul dinding ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), sembari menangis. “Kami tak menyangka. Dia (Rismizar) itu orangnya baik, kalem. Tidak ada musuh,” ujar perempuan yang merupakan kerabat Rismizar. (Mar)









