Harianpilar.com, Pringsewu – DPRD Pringsewu akan segera memanggil rekanan yang mengerjakan taman di seputar kantor Dawan untuk menanyakan gambar proyek tersebut. Karena jika melihat kondisi proyek, memang sangat mengecewakan. Hasil pekerjaannya, pondasi bagian dalam dibuat dengan batu bata dan bagian luar dilapisi batu.
Wakil Ketua DPRD Pringsewu Sagang Naingolan, SE melakukan kros cek ke lokasi proyek pembuatan taman di depan Kantor DPRD setempat. Dia berjanji akan melihat gambar proyek. “Kita akan panggil rekanannya serta meminta agar mereka menunjukkan gambar proyek tersebut,” kata dia.
Pada pemberitaan sebelumnya elemen masyarakat di Kabupaten Pringsewu sangat menyayangkan kondisi proyek taman di depan kantor DPRD Pringsewu. Mereka mengaku kecewa lantaran melihat kualitas hasil pekerjaan cukup jelek.
Seperti diungkapkan Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Pringsewu (AMPP) Kabupaten Pringsewu Suyudi. Dia meminta agar proyek pembuatan taman atau ruang terbuka umum agar segera diperbaiki kualitasnya. Artinya galian pondasinya dibuat agar lebih baik hasilnya.
Selain itu Suyudi menjelaskan diketahui jika anggaran pembuatan taman tersebut dari Dinas PU Provinsi Lampung dengan nilai anggarannya sebesar Rp490 juta. Dia heran dilokasi proyek tidak dipasang papan nama proyek. Sebab masyarakat tidak bisa mengetahui besaran anggaran, proyek tersebut dikerjakan oleh siapa, lama pelaksanannya, serta dananya dari mana. “Dana proyek cukup signifikan, namun proyek dikerjakan asal jadi, begitu juga tidak ada transfaransi dengan masyarakat. Karena tanpa papan nama proyek,” kata Suyudi.
Diberitakan sebelumnya, Didepan Kantor DPRD Kabupaten Pringsewu di sekitar pendopo diduga terdapat proyek pembangunan taman yang terkesan siluman. Proyek pembuatan taman tersebut tidak diketahui sumber dananya. Dilokasi proyek tidak dipasang papan nama proyek, bahkan rekanan dan konsultan mengaku tidak mengetahui sumber dana proyek yang sedang dikerjakan.
Para pekerja terlihat membuat pagar dengan menggunakan bambu mengelilingi perkantoran dewan.
Proyek ini tidak bisa diketahui umum. Yang sangat mencurigakan, pekerja tidak menggali tanah pada pondasi yang sedang dikerjakan, melainkan pondasi bangunan tersebut dipasang diatas paving blok yang sudah ada seberlumnya. (Sahirun/Mar)









