Harianpilar.com, Tanggamus – Amuk massa yang melibatkan ratusan warga, terjadi di Pekon Guring, Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus. Peristiwa yang dipicu pencurian kelapa ini, mengakibatkan dua rumah rusak. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/3/2017) malam, sekitar pukul 23.00 WIB hingga Sabtu (18/3) pukul 2.00 WIB. Situasi dapat dikendalikan setelah satu Kompi Satuan Brimob Polda Lampung tiba di lokasi.
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pematangsawa, Edi Susanto mengatakan kerusuhan berawal pada saat anak Sunoto, Seti Mahmudin (16), warga Pekon Guring mengecek kebun kelapa milik orang tuanya. Ketika tiba di kebun, dirinya mendapati Sober (15) yang juga masih tetangganya sendiri kedapatan sedang mencuri buah kelapa miliknya, dan dibawah pohon tersebut sudah didapati buah kelapa yang jatuh diduga dari hasil curianya.
Menyadari bahwa kebun kelapa miliknya sedang dicuri, spontan Seti meminta Sober untuk turun dan mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan mengajak ke rumah Kepala Pekon Guring.
“Saat dalam perjalanan, Sober melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Melihat Sober kabur, maka Seti menembakan senapan angin yang ditentangnya kearah Sober, hingga mengenai punggungnya. Sober terus berlari kerumahnya,” papar Sekcam.
Sesampainya di rumah, lanjut Sekcam, keluarga Sober tidak terima atas perbuatan yang dilakukan Seti dan melapor ke Polsek Pematangsawa.
“Sementara Seti dan keluarganya melaporkan atas kejadian tersebut ke kepala Pekon dan diteruskan lapor ke Polsek yang sama. Jadi memang keduanya sama-sama saling melapor ke Polsek,” ujar Edi, Sabtu (18/3/2017).
Pada Jumat sore sambung Edi, kondisi Pekon Guring masih kondusif. Kemudian Sober dibawa ke Puskesmas Pematangsawa. “Namun karena keterbatasan alat, korban dirujuk ke RSUD Kotaagung. Sesampainya disana, pihak RSUD beralasan tidak ada Dokter jaga dan tidak ada alat Rontgen, maka Sober dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek (RSUD AM) Bandarlampung, dengan menggunakan ambulan pihak RSUD Kotaagung,” sambungnya.
Sekembalinya mobil ambulan Puskesmas Pematangsawa dan mengabarkan bahwa Sober dirujuk ke RSUD AM Bandarlampung, menimbulkan persepsi ke kuarga bahwa luka yang diderita keluarganya tersebut cukup parah. Selang beberapa waktu kemudian, ratusan warga medrengsek ke rumah Sunoto, orangtua Seti. Ketika itulah warga mulai anarkis dan merusak rumah Sunoto, dan perusakan merembet ke rumah anak Sunoto yang lainnya, yang kebetulan bersebelahan.
“Jadi yang rusak ada dua rumah, dengan kaca-kaca rumah pecah, Perusakan mereda saat anggota Polsek Pematangsawa tiba di lokasi. Namun kondisinya masih memanas, sampai pada akhirnya Satuan Brimob Polda Lampung, tiba dilokasi kejadian,” jelas Edi.
Sementara itu Kapolres Tanggamus, AKBP Ahmad Mamora mengatakan, jika kondisi terkini di Pekon Guring aman dan kondusif.
“Pemicu kericuhan yaitu tindak pidana pencurian buah kelapa yang berujung pada penembakan menggunakan senapan angin sudah diperoses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Upaya untuk meredam gejolak dan mendamaikan kedua belah pihak juga sudah dilakukan. Upaya tersebut dimediasi oleh Polres dan Pemkab Tanggamus serta dibantu Uspika Pematangsawah dan aparat pekon. Meskipun situasi saat ini sudah mulai kondusif, namun personil gabungan dan beckup satu Kompi Brimob serta personil pihak Kodim masih terus bersiaga dilokasi, sampai beberapa waktu kedepan,” tandas Kapolres. (Agus/Maryadi)









