oleh

Kinerja Dinas PU Lamsel Dipertanyakan, Proyek ‘Bobrok’ Lolos PHO

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lampung Selatan dipertanyakan. Pasalnya, sejumlah proyek tahun 2016 yang kondisinya bobrok justru dengan mudah lolos dalam Provisional Hand Over (PHO) dan luput dari pengawasan. Parahnya lagi diduga Dinas PU Lamsel membiarkan rekanan sehingga tidak melakukan pemeliharaan.

Seharusnya Tim PHO Dinas PU Lamsel tidak meloloskan proyek-proyek yang secara kualitas buruk dan memerintahkan rekanan melakukan perbaikan sesuai dengan kontrak sebelum diloloskan dalam PHO.”Yang patut di pertanyakan adalah kinerja Dinas PU Lamsel kenapa proyek seperti itu kondisinya di loloskan dalam PHO? Dan ini ada kencenderungan justru di biarkan oleh Dinas PU, karena hingga kini diduga tidak ada pemeliharaan padahal menjadi tanggungjawab rekanan,” terang Tim Kerja Institute on Corruption Studies (ICS), Apriza, saat dimintai tanggapannya, Senin (13/2/2017).

Menurutnya, sangat tidak sesuai anggaran yang begitu besar menghasilkan pekerjaan yang kualitasnya rendah seperti itu.”Kalau melihat gambar-gambar di berita itu sangat tidak sesuai dengan anggarannya yang begitu besar. Seperti proyek Peningkatan Jalan Ruas Beringin Kencana – Purwodadi yang menghabiskan anggaran Rp9,2 Miliar, tapi kualitasnya begitu. Patut diduga itu tidak sesuai rencana belanja anggaran (RAB), karena tidak mungkin perencanaan membuat RAB dengan kualitas seperti itu, hanya beberapa bulan sudah rusak sangat parah,” cetusnya.

Selain itu, lanjutnya, konsultan pengawas proyek itu juga harus di pertanyakan. Jika konsultan pengawas bekerja secara baik harusnya bisa dicegah lebih awal ketika rekanan mengerjakan proyek asal-asalan.”Konsultan pengawas itu bekerja berdasarkan daily base (harian), mingguan bahkan bulanan, terutama mengawasi jumlah bahan, alat, pekerja, dan mencatat progres pekerjaan. Artinya sangat aneh jika proyek seperti itu bisa lolos dari pengawasan, harusnya dari awal sudah di cegah,” tandasnya.

Lolosnya proyek-proyek itu dalam PHO dan konsultan pengawas dinilai patut diduga karena faktor kesengajaan.”Ya bisa lolos PHO dan luput dari konsultan pengawas itu patut diduga karena disengaja. Ada apa ini dengan tim PHO dan konsultan pengawas? pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lamsel, Hermansyah Hamidi, saat di konfirmasi tidakbisa menjelaskan masalah ini. Hermansyah terkesan buang badan terhadap masalah ini.”Nanti aja saya mau sholat dulu,” kata Hermansyah Hamidi saat ditemui dikantor, Senin (13/2/2017).

Namun, ketika wartawan menyampaikan akan menunggu selesai sholat untukkonfirmasi kembali, Hermansyah hanya menjawab insyaallah, dan hingga habis jam kerja PNS Hermansyah takkunung memberikan keterangan.

Diberitakan sebelumnya, pelaksanaan sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lampung Selatan tahun 2016 diduga kuat sarat masalah. Hal itu terlihat dari ‘buruk rupa’ proyek-proyek bernilai miliaran tersebut. Bahkan, terdapat warga yang secara sukarela memperbaiki kerusakan jalan-jalan itu agar bisa dilalui.

Meski menelan anggaran miliaran namun kualitas proyek PU Lamsel itu sangat meragukan, baru seumur jagung namun kondisinya mayoritas sudah rusak parah. Beberapa contoh proyek yang diduga kuat sarat penyimpangan itu diantaranya Proyek Peningkatan Jalan Ruas Beringin Kencana – Purwodadi senilai Rp9,2 Miliar yang dikerjakan PT. Mulia Putra Pertama, Proyek Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Sidomulyo – Desa Trans Tanjungan senilai Rp5 Miliar yang dikerjakan PT. Kencana Biru Perkasa, Proyek Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Hajimena – Sidosari senilai Rp3 Miliar yang dikerjakan PT. Talang Batu Berseri.

Kemudian, proyek Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Natar – Sidosari senilai Rp3 Miliar dikerjakan PT. Cahaya Andalas Murni, dan Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Muji Mulyo – Merak Batin senilai Rp4 Miliar dikerjakan PT. Talang Batu Berseri.

Kondisi proyek-proyek ini mayoritas sudah mengalami kerusakan cukup parah. Mulai dari retak-retak, bergelombang, berlubang hingga aspalnya mengelupas dan berlumur tanah. Seperti Proyek Peningkatan Jalan Ruas Beringin Kencana – Purwodadi senilai Rp9,2 Miliar yang dikerjakan PT. Mulia Putra Pertama, dari penelusuran Harian Pilar di lapangan diketahui kini kondisinya sudah berlubang, bergelombang, dan aspalnya nyaris hilang dan bermulur tanah dan susah dilalui. Sehingga terdapat warga yang secara sukarela memperbaiki kerusakan jalan itu dengan alat seadaanya agar bisa dilalui.

“Saya menimbun bagian jalan ini yang sudah banyak rusak, saya sukarela. Itu ember kalau ada yang mau nyumbang saja,” ujar Ranta saat ditemui Harian Pilar tengah menimbun bagian jalan yang rusak, Minggu (12/2/2017).

Menurut Ranta, jalan itu memang baru di perbaiki tahun kemarin namun sudah rusak lagi.”Baru tahun kemarin di perbaki. Tapi ya kayak gini kondisinya, itu banyak yang parah rusaknya terpaksa saya tambal-tambal pakai cangkul agar bisa dilewati warga,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya.”Cuma yang di beton saja mas yang masih bagus, kalau yang di aspal itu sudah rusak semua. Kalau yang di beton cuma sekitar satu kilo. Masak iya anggarannya sampai Rp9 Miliar mas? Kondisinya saja seperti itu,” ujar Tarmizi, warga yang melintas di jalan itu.

Menurutnya, sampai saat ini belum pernah terlihat ada yang melakukan perbaikan setelah jalan itu rusak lagi.”Belum pernah liat ada yang memperbaiki lagi. Setau saya tahun 2016 kemarin di perbaiki, terus rusak lagi sampai sekarang belum ada lagi perbaikan,” terangnya.

Kondisi tak jauh berbeda dengan proyek Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Sidomulyo – Desa Trans Tanjungan. Meski menelan anggaran hingga Rp5 Miliar proyek yang dikerjakan PT. Kencana Biru Perkasa ini juga sudah rusak cukup parah.”Iya mas ini baru beberapa bulan kemarin di perbaiki, ini sudah rusak lagi,” keluh Warman warga setempat.

Kemudian, proyek Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Natar – Sidosari senilai Rp3 Miliar dikerjakan PT. Cahaya Andalas Murni juga sudah mengalami kerusakan seperti berlubang,aspal mengelupas dan retak-retak.Nasib serupa juga dialami proyek lainnya yakni Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Hajimena – Sidosari senilai Rp3 Miliar yang dikerjakan PT. Talang Batu Berseri dan Peningkatan Jalan sampai Hotmix Ruas Muji Mulyo – Merak Batin senilai Rp4 Miliar dikerjakan PT. Talang Batu Berseri. Kedua proyek ini juga secara kualitas meragukan karena kondisinya juga sudah berlubang dan reta-retak. (Saiful/Eka/Tim/Juanda)