oleh

Proyek PU Metro ‘Bobrok’

Harianpilar.com, Bandarlampung – Perealisasian sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Metro tahun 2016 diduga kuat sarat penyimpangan. Hal itu terlihat dari kebobrokan proyek-proyek yang menelan anggaran miliaran itu.

Proyek yang terindikasi bermasalah itu diantaranya Pembangunan Jembatan SMAN 6 Kecamatan Metro Selatan senilai Rp4,5 Miliar yang dikerjakan Karya Jaya Perdana, dan proyek Peningkatan jalan ruas Jalan Hasanudin Kelurahan Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat senilai Rp7,9 Miliar dikerjakan PT Parosai.

Kondisi kedua proyek ini kini sudah mengalami kerusakan cukup parah. Seperti Pembangunan Jembatan SMAN 6 Kecamatan Metro Selatan senilai Rp4,5 Miliar yang dikerjakan Karya Jaya Perdana kini sudah mengalami kerusakan seperti berlubang, amblas bahkan aspal sudah bertaburan.

“Kualitas proyek jembatan ini sangat mengecewakan. Kuat dugaan pengerjaanya tidak sesuai ketentuan,” tegas Ketua Gerakan Lembaga Anti Korupsi (Galak), Suadi Romli, Senin (30/1/2017).

Penggunaan material dalam proyekjembatan ini juga terindikasi tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan, dan ada dugaan volumenya tidak sesuai rencana belanja anggaran.”Ini terlihat sekali penggunaan aspalnya sangat tipis. bahkan aspalnya sudah mengelupas dan berceceran,” tandasnya.

Selain itu, jelasnya, kondisi jembatan yang sudah rusak padahal baru hitungan hari itu jelas mengindikasikan secara kualitas maupun kuantitas proyek itu bermasalah,”Untuk membangunan jembatan itu dana yang di habiskan Rp4,5 Miliar, sementara kualitasnya seperti itu. Dibangun dengan kualitas bagus saja rekanan sudah untung. Kenapa harus seperti itu kualitasnya. Ini jelas berpotensi merugikan Negara. Karena proyek yang baru selesai dikerjakan sudah rusak lagi,” tegasnya.

Begitu juga, menurutnya, proyek Peningkatan jalan ruas Jalan Hasanudin Kelurahan Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat senilai Rp7,9 Miliar.Proyek yang dikerjakan PT Parosai ini juga sudah mengalami kerusakan seperti berlubang dan retak-retak.”Proyek jalan ini menelan dana Rp7,9 Miliar lebih dan kini kondisinya juga mulai berlubang. Saya tak habis pikir juga mengapa proyek seperti ini bisa lolos dalam pengawasan,” pungkasnya.

Sementara, pihak Dinas PU Kota Metro hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. (Tim/Juanda)