oleh

Dinkes Pringsewu ‘Lumbung’ Proyek Bermasalah

Harianpilar.com, Pringsewu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pringsewu nampaknya menjadi ‘lumbung’ proyek bermasalah. Setelah proyek pembangunan Gedung Kelas satu RSUD Pringsewu yang disorot publik, kini giliran proyek konstruksi bangunan kelas dua tahap I (RSUD Pringsewu) senilai Rp2,3 Miliar serta proyek timbunan senilai Rp198 juta tahun 2016 yang diduga kuat sarat penyimpangan.

Proyek gedung kelas dua tahap I RSUD Pringsewu yang menelan anggaran hingga Rp2,3 Miliar diduga kuat pengerjaannya tidak sesuai ketentuan dan penggunaan material disinyalir tidak sesuai rencana belanja anggaran (RAB), terutama pada bagian pondasi dan cakar ayam.

Untuk pondasinya disinyalir hanya bagian luar saja yang digali dengan kedalaman 50cm, sementara bagian dalam pondasinya sangat dangkal bahkan terindikasi hanya 25 sampai 30cm.”Cek saja itu hanya bagian luarnya saja yang kedalaman 50 cm, pondasi bagian dalam hanya sekitar 25 sampai 30 Cm,” ujar sumber Harian Pilar yang enggan namanya ditulis, baru-baru ini.

Parahnya, cakar ayam pondasi gedung kelas dua RSUD tersebut hanya dipasang pada sudut bagian luar saja, sementara pondasi bagian dalam tidak dipasang besi cakar ayam.”Seharusnya total tiang tengah bagian dalam bangunan mencapai puluhan tiang, seharusnya semua tiang dipasang cakar ayam. Jika tidak dipasang begini maka jelas ada penyimpangan. Jika dihitung secara detail kerugian negara dari pondasi dan cakar ayam saja bisa mencapai ratusan juta juga,” cetusnya.

Padahal proyek Gedung Kelas 2 ini untuk pengawasannya saja menelan dana Rp34 juta dan perencanaan konstruksinya menghabiskan dana Rp57 juta.

Selain dari itu, lanjutnya, proyek timbunan tanah di depan dan sekeliling ruang gedung kelas satu juga diduga tidak sesusai ketentuan. Sebab proyek timbunan yang nilainya Rp198juta diduga kuat hanya dikerjakan untuk timbunan senilai Rp40juta.”Saya tau persis jumlah biaya timbunan tersebut senilai Rp40juta, tukang timbun yang membawa tanah sendiri yang menyampaikan jika nilai tanah timbunan cuma Rp40juta. Jumlah timbunanya juga sangat sedikit,” urainya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Dinkes Pringsewu, Seendra, saat dikonfirmasi menyebutkan konsultan pengawas proyek itu bernama Margono, dan persoalan masalah proyek ini semantara waktu pihaknya masih menunggu hasil audit dari BPK. (Sairun/Juanda)