Bandarlampung (Harian Pilar) – Guna deteksi dini ancaman Kamtibmas, seperti tindakan kejahatan dan kecelakaan lalu lintas, Polri akan memasang 895 unit CCTV di lokasi strategis. Upaya ini dalam rangka Operasi Lilin 2014 yang digelar mulai 24 Desember hingga 2 Januari 2015, secara nasional.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Sutarman, dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan, peningkatan korban meninggal dalam kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Lilin 2013 menjadi bahan intropeksi.
Maksimalkan berbagai upaya proaktif agar masyarakat aman dan nyaman memakai jasa transportasi, pada Apel gelar pasukan Operasi Lilin Krakatau 2014 yang digelar di Lapangan Korpri, Selasa (23/12/2014).
Dengan memberikan himbauan Kamtibmas lewat media cetak dan elektronik dan menempatkan personel dan pos pengamanan pada titik rawan kecelakaan lalu lintas, begitu juga di areal rawan macet, serta berdayakan seluruh rest area supaya maksimal dimanfaatkan pengemudi kendaraan untuk beristirahat.
Kemungkinan aksi anarkis, sabotase, konflik sosial dan terorisme juga disinggungnya.
“Walau mampu kita tangani dengan baik, namun masih terjadi selama pengamanan 2014. Saya perintahkan ini menjadi perhatian kita bersama. Tingkatkan deteksi dini dan deteksi aksi lewat penguatan intelijen sehingga diantisipasi sejak dini,” jelas Ridho.
Secara nasional, Operasi Lilin 2014 dilakukan mulai 24 Desember 2014 hingga 2 Januari 2015. Mengedepankan tindakan preventif dan deteksi dini ancaman kamtibmas. Sebanyak 80.560 personil Polri, 19.581 personil TNI, dan 65.196 personil dari instansi lain akan bergabung dalam Operasi Lilin 2014. Ditempatkan pada 1.767 pos pengamatan dan 603 pos pelayanan diseluruh Indonesia. Juga didukung 895 unit CCTV yang dipasang dilokasi strategis. (Fitri/JJ)









