Harianpilar.com, Tulangbawang – Kabupaten Tulangbawang (Tuba) dalam perkembangan pembangunannya mengalami peningkatan positif. Kondisi tersebut dalam dilihat dari beberapa indikator makro seperti perkembangan PDRB, laju pertumbuhan ekonomi serta indeks pembangunan manusia.
Bukan hanya itu, Produk Regional Bbruto (PDRB) Kabupaten Tulangbawang atas dasar harga berlaku diperkirakan mengalami peningkatan dari Rp11,84 triliun. Tercatat pada tahun 2012 menjadi Rp14,86 triliun, tahun 2014 meningkat sebesar 25,51 persen dan di tahun 2015 diperkirakan meningkat menjadi Rp15 triliun.
Sekretaris, sekaligus Plt Kadis Kominfo Pemkab Tuba, M Puncak Setiawan menjelaskan, berdasarkan data yang disampaikan Bupati Tulangbawang Hanan A Rozak, dalam LKPJ tahun 2015 kemarin, laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tulangbawang pada tahun 2014 mencapai 6,63 persen lebih tinggi dari tahun 2012 yang hanya mencapai 5,29 persen. Untuk laju pertumbuhan ekonomi Tulangbawang dan untuk tahun 2015 diperkirakan mencapai 6,75 persen.
Menurut Puncak, Kabupaten Tulangbawang merupakan salah satu kabupaten yang tercatat mampu menurunkan angka kemiskinan, hal tersebut dapat dilihat dari persentase penduduk miskin dari 9,43 % pada tahun 2012 menjadi 7,24% pada tahun 2014 dan pada tahun 2015 menurun menjadi 5,29 %. Untuk indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Tulangbawang terus mengalami peningkatan pada tahun 2014 mencapai 65,83 % dari tahun 2012 yang hanya 64,11 %.
Sedangkan, jelasnya, untuk tahun 2015 diperkirakan mencapai 66 %. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari keberhasilan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian daerah.
“Selain itu, kabupaten Kita, dalam melakukan penataan dan pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Tulangbawang dua tahun berturut-turut mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPD tahun 2014 dan 2015 oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI wilayah Lampung. Keberhasilan tersebut atas kinerja pembangunan Kabupaten Tulangbawang merupakan kerja keras pemerintah daerah beserta seluruh pelaku usaha melalui dukungan masyarakat,” ungkap Puncak.
Dalam mempertahankan pengharagaan yang telah diraih serta upaya Pemerintah Tulangbawang dalam terus meningkatkan Pembangunan di Kabupaten Tulangbawang, Kepala Bapeda Tuba, Drs Antoni, MM menjelaskan, pihaknya akan memprioritaskan delapan bidang pembangunan yang menjadi prioritas utama yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tulanbawang yakni, Pembangunan Bidang Infrastruktur, di antaranya melalui program unggulan Gerakan Serentak Membangun Kampung (GSMK), pembangunan bidang pendidikan melalui peningkatan sarana prasaran pendidikan dan kualitas SDM serta mutu pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi.
Selain itu, pembangunan bidang kesehatan diarahkan pada peningkatan dan pengembangan kualitas pelayanan kesehatan, pengembangan SDM kesehatan yang didukung dengan sarana prasarana kesehatan, pembangunan bidang pertanian melalui peningkatan dan pengembangan sistem agribisnis dan ketahanan pangan, bidang ekonomi kerakyatan dan dunia usaha, bidang pemberdayaan masyarakat, keagaman dan sosial budaya, Reformasi dan tata kelola pemerintahan, Pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan.
“Dalam proses pembangunan yang dilakukan pemerintahan daerah tersebut, memerlukan manajemen yang efektif serta koordinasi dan kerjasama yang solid antar sektor wilayah dan seluruh stakeholder pembanguan di Kabupaten Tulangbawang,” ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Antoni, berbagai rumusan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Tulangbawang ke depan disepakati bersama harus semakin sesuai dengan kondisi dan dinamikan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik daerah serta diletakkan dalam konteks mempercepat pembangunan secara efektif dan berkelanjutan menuju Tulangbawang bermartabat dan sejahtera. (Merizal/Juanda)









