Harianpilar.com, Lampung Utara – Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Lampung Utara (Lampura), Indralina Ariyanti membantah dugaan adanya proyek fiktif di kantor yang dipimpinnya.
Dia mengatakan, program aplikasi kearsipan (digital) sebenarnya telah siap hanya saja terkendala tenaga operasional yang belum ada. “Itu sudah siap, tinggal tunggu pelatihan operatornya lagi,” kata Indralina di ruang kerjanya, Senin (25/7/2016).
Dikatakannya, aplikasi kearsipan itu sendiri merupakan sistem digital dalam mendokumentasikan arsip-arsip milik negara (SKPD), baik itu yang bersifat statis maupun dinamis. “Tujuannya sebagai back-up data arsip guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya terjadinya kebakaran dan sebagainya,” ujar Indralina.
Ditanya kapan diadakannya pelatihan tersebut, Indralina mengatakan pelatihan itu segera akan dilangsungkan dalam waktu dekat ini. “Kita terkendala dengan banyaknya libur Idul Fitri, HUT Lampura. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini dilaksanakan dan diikuti oleh 3 orang,” terangnya.
Menurut Indralina, pelatihan sebenarnya tidak ada untuk tahun ini, hanya saja karena mendesak, maka harus diadakan. “Sebenarnya tidak ada pelatihan cuma kita ada-adakan karena kebutuhan,” pungkasnya.
Sebelumnya dugaan adanya program fiktif itu muncul ketika dana program yang besarannya mencapai Rp26 juta tersebut telah jauh-jauh hari dicairkan melalui
Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Akan tetapi aplikasinya hingga saat ini belum dilaksanakan. “Ya itu melalui penunjukan langsung. uangnya sudah lama diambil pihak ketiga akan tetapi sampai sekarang belum berjalan,” terang narasumber yang tidak ingin identitasnya disebutkan. (Iswant/Yoan)









