oleh

Sementara, Pantai Kiluan Ditutup

Harianpilar.com, Tanggamus – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tanggamus mengintruksikan untuk menutup sementara lokasi wisata Laguna Gayau yang ada di area wisata Pantai Teluk Kiluan di Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan hingga kondisi cuaca cerah.

Hal ini dilakukan menyusul adanya insident tenggelamnya tiga wisatawan lantaran terhempas ombak besar yang datang dari sisi lain Laguna Gayau pada Minggu (17/7/2016) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Dan memang diketahui wisata kolam laut ini langsung berhadapan dengan laut lepas, sehingga tidak heran jika ombak besar kerap datang menerjang.

Kabid Destinasi dan Pemasaran Wisata Marhasan Samba mewakili Kadisparpora Tanggamus Supardi Syarkawi mengatakan, dalam waktu dekat pihak Disparpora Tanggamus akan melakukan pertemuan dengan para pengelola wisata yang juga tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk membahas beberapa aturan wisata yang akan diregulasi, sehingga lebih ketat.

Beberapa point aturan yang di regulasi adalah adanya larangan untuk memasuki lokasi wisata Laguna Gayau apabila tidak menggunakan jasa pemandu wisata (tour guide); dilarang mengunjungi laguna gayau bilamana cuaca sedang tidak bersahabat sehingga akan membahayakan pengunjung. Jika tidak memungkinkan untuk menerima tamu wisata, maka jangan dipaksakan.

“Beberapa point tadi sudah harga mati, yang tidak bisa lagi ditawar oleh para pengunjung wisata Teluk Kiluan. Jika masih melanggar aturan yang sudah ditetapkan, maka konsikuensi keselamatan bukan tanggungjawab pihak pengelola wisata, Pokdarwis dan Pemkab lagi. Karena memasuki arena wisata dengan memaksa apalagi tanpa sepengetahuan dari kami,” terang Samba, saat dikunjungi di kantornya, Selasa (19/7/2016).

Bukan hanya itu saja, lanjut Samba, dilokasi wisata laguna gayau akan dibuat dua pos pengawasan dengan tujuan untuk lebih meningkatkan keselamatan bagi para pengunjung yang tengah menikmati kolam air laut yang terbentuk secara alami itu. Dan juga akan ada larangan bagi para pengunjung untuk tidak melakukan aktifitas yang membahayakan keselamatan, seperti selfie atau wefie (Foto sendiri atau beramai-ramai) di sisi laguna gayau tempat dimana ombak besar kerap datang.

“Kita juga memiliki wacana untuk menaikan harga tiket masuk ke lokasi wisata laguna gayau, untuk besarannya berapa kita belum tahu. Karena akan dilakukan pembahasan terlebih dahulu untuk masalah ini. Kalau sekarang kan hanya Rp5 ribu, dana dari tiket itu untuk operasional peningkatan pelayanan. Jadi intinya saat aturan sudah ditetapkan, maka pengunjung dilarang untuk melanggarnya,” tegasnya. (Ron/Mar)