oleh

Harga Sembako Kembali Meroket

Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Masyarakat Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengeluhkan tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok rumah tangga usai Lebaran. Harga beli sembako dipasar, menurut mereka kurang sebanding dengan harga jual sejumlah hasil pertanian.

Beberapa masyarakat di Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBt) Kabupaten Tubaba mengeluhkan harga beli sejumlah kebutuhan pokok di pasar tiyuh setempat. Hal tersebut dapat dilihat ketidak sesuaian antara rendahnya harga jual hasil pertanian dengan harga beli sembako dipasaran.

Suratmi, warga Tiyuh Penumanganbaru Kecamatan TBt, Kabupaten Tubaba, saat ditemui di Pasar Tiyuhnya, menyatakan bahwa dirinya merasa kebingungan dengan keadaan perekonomian saat ini. Hal tersebut menurutnya adalah salah satu dampak dari harga sejumlah sembako di pasaran yang dinilainya tinggi.

“Saat ini masyarakat miskin dituntut untuk berpikir cerdas seperti masyarakat yang ekonomianya sudah mapan. Bagi masyarakat yang sudah ekonominya sudah mapan tidak terlalu pusing dengan kondisi tersebut, sedangkan masyarakat miskin kehidupannya dipaksa harus sama seperti orang kaya, dan tidak ada pilihan, kecuali harus mengikutinya,” kata dia

Disamping itu, mereka juga dituntut kewajiban dan hak-hak anggota keluarga, salah satunya pendidikan. Dengan keterbatasan penghasilan keluarga yang bekerja sebagai buruh perkebunan, perbandingan harga jual hasil kebun dan harga beli kebutuhan pokok tidaklah sebanding, dan ini sangat berpengaruh dalam perekonomian keluarga.

“Dengan penghasilan yang pas-pasan sebagai buruh pekerja kebun, merasa terhimpit dengan harga sembako yang kian melambung tingggi. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penentu besaran pengeluaran sehari-hari kami,” terang Suratmi.

Hal yang sama juga disampaikan Dessi dan beberapa ibu rumah tangga lainya di Tiyuh Pulungkencana, Kecamatan TBt, Kabupaten Tubaba. Mereka juga menyatakan sulitnya keadaan perekonomian keluarga dari menjelang hingga seusai Lebaran.

“Jika harga sejumlah kebutuhan pokok dipasar mengalami peningkatan menjelang hingga usai Lebaran, seharusnya begitu pula dengan harga jual hasil kebun. Namun, yang terjadi justru perbandingan yang sangat berpengeruh dengan perekonomian rumah tangga yang terjadi,” papar mereka. (Epri/Mar)