oleh

Giliran DPRD Desak ‘Rombak’ Direksi Bank Lampung

Harianpilar.com, Bandarlampung – Setelah sejumlah kepala daerah yang merupakan pemegang saham Bank Lampung yakni, Bupati Lampung Tengah Mustafa dan Walikota Bandarlampung Herman HN,  mendesak perombakan direksi hingga komisaris, desakan perombakan petinggi Bank Lampung kembali datang dari DPRD Provinsi Lampung.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung Muswir, menilai jika kinerja direksi Bank Lampung saat ini sangat mengecewakan, untuk itu perlu ada perombakan direksi hingga komisaris.

“Kami sangat setuju bila harus ada perombakan pejabat di Bank Lampung, kami berharap agar diganti oleh orang yang benar-benar profesional dan yang terpenting jangan mau ada interpensi dari oknum-oknum, sehingga hasil yang dikerjakan memang baik,” tegas Muswir, saat ditemui di ruang Komisi III, belum lama ini.

Muswir menilai, kinerja Bank Lampung dalam satu tahun ini patut dipertanyakan, bahkan sebagai bank pembangunan, sangat disayangkan jika Bank Lampung bisa tertinggal dari Bank Eka dan Bank Pasar.

“Saat ini kita tertinggal jauh, berati ada yang salah dalam manegemannya. Seharusnya sebagai Bank pembangunan Bank Lampung bisa berkembang di tanahnya sendiri,” ujar politisi dari partai PAN itu.

Selain itu, harapnya, pemerintah juga harus melakukan pengkajian kenapa Bank Lampung tidak bisa betkembang. Apakah salah dalam kepemimpinannya atau karena SDM yang kurang dalam keahliannya.

“Kami selalu melakukan hearing dengan Bank Lampung, dalam penyampaian para manegeman Bank Lampung hanya menyampaikan hasil kinerja saja kalau dinilai memang baik, tapi hasil di lapangan sangat mengecewakan, terutama hasil keluhan para pengusaha dan pembisnis yang bermitra dengan Bank Lampung mereka sangat kecewa,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, seluruh Direksi dan Dewan Komisaris Bank Lampung hampir bisa dipastikan akan dirombak total. Sebab seluruh pemegang saham PT Bank Lampung sudah sepakat dilakukan pergantian terhadap seluruh Komisaris dan Direksi Bank Lampung.

Walikota Bandarlampung, Herman HN, mengaku sangat setuju dengan usulkan Bupati Lampung Tengah Mustafa terkait Pergantian seluruh direksi Bank Lampung. “Iya saya sepakat dengan pergantian tersebut,” ujarnya saat di temui di ruang kerjanya, Selasa (7/6/2016).

Bahkan, lanjut Herman HN, seluruh pimpinan daerah atau pemegang saham telah melakukan rapat guna membahas permasalahan yang melanda Bank Lampung. “Sudah kami rapatkan masalah pergantian seluruh pejabat Bank Lampung itu dengan seluruh pemegang saham. Rapat juga dihadiri pak Gubernur,” ungkapnya.

Namun, terkait usulan Komisaris dan Direksi Bank Lampung harus diisi oleh orang dari Bank Lampung sendiri, Herman HN mengatakan hal itu belum menjadi bahasan. “Pasti kita rombak, tapi mengenai siapa calonnya atau siapa yang menggantikan kita belum bahas dan akan kita rapatkan dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.

Pernyataan Herman HN semakin meneguhkan jika para pemegang saham PT Bank Lampung menginginkan adanya pergantian total terhadap Komisaris dan Direksi. Hal ini sebagai upaya menyelamatkan Bank Lampung yang belakangan ini kinerjanya jeblok dan kalah bersaing dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) seperti Bank Eka dan Bank Pasar.

Pernyataan serupa sebelumnya juga disampaikan pemegang saham Bank Lampung yang juga Bupati Lampung Tengah Mustafa. Menurutnya, perombakan total jajaran Direksi Bank Lampung dinilai sudah sangat mendesak dilakukan demi menyelamatkan Bank Lampung dan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangannya ke depan.

“Kinerja Direksi Bank Lampung saat ini menurut saya bukan lagi menurun tapi jeblok. Masak bisa kalah dengan BPR seperti Bank Eka dan Bank Pasar. Ini jelas sangat mengecewakan,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, para pemegang saham harus mempertimbangkan untuk dilakukan perubahan manajemen. “Menurut saya perlu dilakukan perombakan ditubuh Direksi Bank Lampung agar ada perbaikan. Jika ini dibiarkan tanpa perubahan maka kondisi Bank Lampung akan semakin terpuruk,” tegas Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Lampung ini.

Namun, lanjutnya, dalam melakukan perombakan direksi Bank Lampung itu harus dilakukan fit and propertest yang baik, benar dan transparan demi menghasilkan SDM yang mumpuni.

Bahkan, Mustafa menyarankan agar Direksi Bank Lampung kedepan lebih didominasi orang-orang dari internal Bank Lampung. Sebab, orang internal Bank Lampung lebih menguasai pola kerja dan peluang-peluang yang ada di Bank Lampung dibanding orang dari luar.

“Ya lebih bagus Direksi Bank Lampung diisi oleh kader-kader dari Bank Lampung sendiri, bukan diisi orang luar. Karena kader-kader dari internal Bank Lampung itu sebenarnya jauh lebih menguasai pola kerja dan potensi yang ada di Bank Lampung. Tinggal bagaimana nanti pengawasannya dibuat lebih baik,” tandasnya.

Selain itu, dalam fit and propertes Direksi Bank Lampung itu semua calon diminta membuat program kerja yang jelas dengan target capaian nyang jelas, serta program trobosan untuk Bank Lampung dengan capaian setiap waktu yang jelas juga.

“Jadi pergantain Direksi Bank Lampung itu harus segera dilakukan demi menyelamatkan Bank Lampung. Dan kedepan direksi harus diisi oleh orang-orang internal Bank Lampung sendiri,” pungkasnya. (Fitri/Putri/Juanda)