Harianpilar.com, Bandarlampung – Polemik pembubaran SMKN 9 Bandarlampung hingga kini masih belum jelas motif dan tujuannya. Bahkan, alasan Pemkot jika pendirian bangunan SMKN 9 belum terdaftar, sangat tidak tepat, mengingat sertifikat NSPN sudah ada dan sudah ditandatangani Kadisdik Kota Suhendar Zuber. Bahkan, SMKN 9 sudah menerima bantuan dana BOS.
“Sangat disayangkan, jika Pemkot mengatakan pembubaran SMKN 9 dilandaskan alasan tidak terdaftarnya pendirian bangunan SMK tersebut. Padahal secara tertulis sertifikat NPSN-nya ada dan ditandatangani sendiri oleh Kepala Dinas pendidikan (Kadisdik) kota Bandarlampung Suhendar Zubeir,” ungkap Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Lampung Elly Wahyuni, saat ditemui di ruangannya, Selasa(7/6/2016).
Elly menilai, penutupan SMKN 9 itu terkesan ada ketakutan Pemkot jika SMKN 9 itu nantinya bakal menjadi asset Pemprov.
“Kalau belum resmi kenapa SMKN 9 bisa dapat dana BOS . Apalagi alasan yang bisa dilimpahkan oleh pihak kota. Kalau bukan alasan mereka takut SMK itu jadi aset provinsi,” ungkap Elly.
Dijelaskan Elly, komitmen yang sebelumnya dibuat sendiri oleh Walikota Bandarlampung Herman HN , seharusnya masih bisa dipegang walau bagaimanapun kondisinya.
“Saya tahu kok pak Herman, dia itu orangnya komit, konsen. Selama saya jadi wakil DPRD Bandarlampung saya menyadari itu, program kerja beliau juga ingin memprioritaskan pendirian SMK. Saat beliau mengajukan ingin membangun SMK pun kami menyetujui itu, bahkan dari Pemprov pada saat itu membantu mendirikan SMK pelayaran, tujuan pak Herman itu bagus, membuka sekolah yang memang kejuruan,” tutur Elly.
Untuk itu, harapnya, Dinas Pendidikan Kota (Disdik) Bandarlampung untuk segera memberi penjelasan kepada walikota dan jangan ada yang ditutup-tutupi.
“Kasian walikota, coba Disdik kota kasih penjelasan, jangan ada yang ditutup-tutupi, hanya karena cuma nyari muka, bicara tanpa data. Giliran disodorin data mereka diam,” tegas Elly.
Ditambahkan Elly, Disdik juga terkessan menghindar untuk membahas penutupan SMKN 9 dengan walimurid. “Hearing orang tua wali beserta komite SMKN 9 yang beberapa waktu lalu dilaksanakan di dewan Pemprov kami juga mengirim undangan ke dewan kota, disdik kota dan walikotam tapi dari mereka tidak ada yang hadir sama sekali dengan alasan ada paripurna,” sesalnya.
Untuk itu, kata Elly, pihaknya akan tetap memperjuangan keberadaan SMKN 9. “Ya Kami akan memperjuangan keberadaan SMKN 9,” tegasnya. (Ramona/Juanda)









