oleh

Disdik Segera Panggil Kepsek SDN 2 Rajabasa

Harianpilar.com, Bandarlampung – Keluhan wali murid SDN 2 Rajabasa, Bandarlampung, terkait dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum guru setempat JS, mendapat reaksi keras Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung.

Bahkan, pihak dinas dalam waktu dekat ini akan memanggil oknum guru yang diduga juga kerap menggunakan bahasa kasar dalam menjalankan proses belajar mengajar terhadap anak didiknya ini.

“Kalau memang dari sekolah tidak bisa ambil tindakan kita akan panggil kepala sekolahnya. Kita tanya dulu, kalau sudah tahu masalahnya saya suruh kepala sekolah untuk membina guru itu, kalau kepala sekolah tidak bisa juga menangani dan terulang lagi ya itu nanti bagaimana tindakan selanjutnya. Ya tapi besok (Rabu 20/4/2016-red) coba kita terusuri lagi,” tegas Kabid Dikdas Kota Bandarlampung Tatang Setiadi, saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (19/4/2016).

Sebelumnya, salah seorang wali murid SDN 2 Rajabasa (T) mengungkapkan, jika oknum guru JS, diduga kerab mencubit hingga memar jika murid tidak paham apa yang dijelaskannya. Bahkan, JS juga kerab meninggalkan kelas pada jam pelajaran.

“Dia juga kadang-kadang kalau jam pelajaran nggak selalu di kelas malah nongkrong di rumah satpam, kan satpamnya  rumahnnya di sebelah sekolah,” ungkap T, Selasa (19/4/2016).

Diberitakan sebelumnya, salah seorang wali murid SDN 2 Rajabasa, Bandarlampung mengeluhkan sistem pembelajaran yang dinilai tidak patut diterapkan pada siswa didik. Betapa tidak, beberapa murid  sehabis pulang sekolah selalu mengeluhkan gurunya yang kerap menggunakan bahasa yang tidak santun dan terkesan kasar.

Salah seorang wali murid SDN 2 Rajabasa, berinisial (T) mengatakan, jika anaknya sehabis pulang sekolah selalu mengeluhkan gurunya saat menjelaskan suka mengeluarkan kata-kata kasar dan tak santun untuk diucapkan.

“Kadang-kadang anak saya sering membicarakan perkataan gurunya dengan teman saat di rumah. Menurutnya jika perkataan gurunya tidak santun dan terkesan tidak pantas dibicarakan,” ungkap T, saat ditemui di rumahnya, Senin (18/4/2016).

Menurut T, jika oknum guru SDN 2 Rajabasa harus lebih mampu menempatkan bahasa yang baik saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Terkait hal tersebut, Kepala SDN 2 Rajabasa Hermiati mengatakan, jika hal tersebut bisa saja terjadi, ketika oknum tenaga pendidik tersebut sedang ada masalah dan tidak terkontrol emosinya.

Meski demikian Hermiati memastikan jika pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kinerja tenaga pendidik.

“Semua orang kan pasti tahu ya bagaimana kalau ngajar murid SD sebanyak itu, bukannya saya mau membela atau menutup-nutupi kesalahan yang dilakukan pengajar di sini.  Tapi ya bagaimana lagi kami setiap bulannya selalu melakukan teguran setiap rapat,  baik itu rapat mingguan,  bulanan dan lain sebagainya pasti kami lakukan itu,” jelasnya.

Hermiati juga meminta kepada wali murid untuk menyampaikan langsung setiap keluhan yang menyangkut proses belajar mengajar ke pihak sekolah.

“Jangan karena masalah seperti itu saja langsung bawa-bawa media,  ingatnya untuk hal yang seperti itu jangan asal main terima-terima saja keluhan tersebut. Kan masih bisa kita duduk bareng kita selesaikan bersama,  biar langsung selesai saat itu juga,” harapnya. (Ramona/JJ)