Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus membahas rencana pengembangan Daerah Aliran Sungai (DAS) Wayseputih untuk dijadikan objek wisata.
Wakil Gubernur Lampung Bakhtiar Basri mengatakan, potensi kawasan Sungai Wayseputih sangat besar, baik dari lokasi maupun sumber daya alamnya yang dapat dikembangkan.
Sampai saat ini pihaknya masih terus berupaya untuk membuat objek wisata di Wayseputih.
“Ya, masih terus dibahas kemungkinan dalam waktu dekat ini akan kita upayakan untuk pengembangannya,” jelasnya di kantor gubernur, Selasa (19/4/2016).
Menurut Wagub, Pemprov saat ini terus melakukan kajian untuk pengembangan kawasan yang akan masuk dalam wilayah Kabupaten Seputih Timur yang proses pemekarannya dari Kabupaten Lampung Tengah sudah diajukan ke pemerintah pusat.
Sedangkan untuk anggaran hingga saat ini, kata Wagub, belum bisa memastikan berapa jumlah anggaran yang akan dikeluarkan.
“Untuk anggaran masih belum tahu pasti berapanya, inikan semua masih dalam tahap pembahasan saja,” katanya.
Nantinya di kawasan itu akan dibangun pelabuhan baru, pengembangan kawasan industri dan juga pengembangan kawasan wisata aliran sungai.
Letaknya yang dekat dengan alur laut kepulauan Indonesia I, sejauh 50 mil laut dapat dijadikan salah satu terobosan pembangunan terpadu antara pemerintah pusat dan daerah untuk dijadikan sebagai tol laut, guna mengangkut hasil industri dan hasil alam di daerah Tulangbawang dan Lampung Tengah.
Pengembangan kawasan DAS Wayseputih sangat mendukung pengembangan pariwisata di Provinsi Lampung yang akan terintegritasi dengan Taman Wisata Way Kambas, karena potensi aliran sungai yang membelah Kabupaten Lampung tengah dengan Kabupaten Lampung timur.
“Tulangbawang banyak menyimpan sumberdaya yang harus kita manfaatkan, untuk kemajuan perekonomian masyarakat,” ujar Baktiar. (Fitri/Juanda)









