Harianpilar.com, Bandarlampung – Untuk mengantisipasi penyebaran virus flu burung ( H5N1) pada manusia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung membuat tim kewaspadaan virus flu burung yang diketuai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Lampung, dengan dianggotakan Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan, dan rumah sakit.
Kepala Bagian Humas Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, dr. Asih Hendrastuti, M.Kes, menjelaskan, walaupun sampai saat ini tidak terdengar kabar adanya masyarakat Lampung yang terkena kasus virus flu burung, pihaknya menyatakan kalau saat ini masih dalam kondisi waspada.
Bentuk dari pelaksanaannya tim tersebut, Dinkes akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Peternakan untuk mengetahui lokasi mana saja yang ditemukan positif persebaran flu burung pada unggas. Setelah itu pihak Puskesmas setempat baru melakukan pengamatan apabila ada kasus suspek flu burung pada manusia.
“Kasus suspek adalah seseorang yang demam tinggi dengan riwayat kontak pada unggas yang mati dalam waktu satu minggu terakhir. Jadi kasus suspek itu harus jadi pemeriksaan, beberapa pemeriksaan itu di antaranya pemeriksaan rapid atau langsung dan bila perlu dilakukan pemeriksaan lebih tinggi lagi,” jelasnya melalui telepon selulernya, Selasa (29/3/2016).
Lebih lanjut Asih mengatakan, Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moelok (RSUDAM) menjadi pusat rujukan bagi penderita flu burung, karena memiliki ruang isolasi flu burung. Penyebab fatal dari penyerangan virus H5N1 ini adalah gangguan pada pernapasan.
“Sistem rujukannya bisa langsung ke Abdul Moelok jika kasusnya suspek flu burung. Itu yang kita bangun dari Dinas Kesehatan,” terangnya.
Kasus flu burung sering kali bersumber pada ketidaktahuan masyarakat tentang media atau kontak yang dapat menularkan ke manusia, yakni melalui fases atau kotoran unggas.
Masyarakat juga perlu mengetahui beberapa gejala flu burung yang perlu diwaspadai adalah demam di atas 38 derajad Celcius, batuk dan sakit tenggorokan, terutama pada warga yang mempunyai faktor resiko, seperti kontak dengan unggas sakit atau mati, mengolah ungags dan produk unggas (telur), serta kontak dengan kotoran unggas.
Karena itu, pihaknya selalu menghimbau pada masyarakat Lampung dalam mewaspadai penyebaran virus flu burung.
Di antaranya jika terdapat unggas yang mati mendadak untuk segera melapor ke aparat setempat, tidak membiasakan memotong unggas yang sakit, jika tersentuh unggas yang sakit segera mencuci tangan dengan sabun juga selalu membersihkan kandang dan sekitar unggas dengan desinfektan, jika demam segera ke Puskesmas. (Fitri/JJ)









