oleh

Waspada, Unila Marak Curanmor

Harianpilar.com, Bandarlampung – Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) mengeluhkan kondisi lingkungan kampus yang dinilai belum aman

dari tindak kriminalitas. Bahkan, kampus Unila saat ini sudah menjadi ladang aksi pencurian kendaraan bermotor hingga helm.

“Semenjak menjadi mahasiswa di kampus hijau kebanggaan Lampung ini, mungkin sudah puluhan, ratusan kali bahkan tak terhingga, mendengar keluhan mahasiswa kehilangan motor bahkan helm ikut raib,” ungkap salah seorang mahasiswa yang namanya enggan dikorankan, Minggu (20/3/2016), seraya menegaskan jika pihak keamanan juga sudah memasang spanduk dan stiker himbuan yang berbunyi ‘Awas marak curanmor pada malam hari dari jam 19.00 sd 22.00 WIB’.

Diungkapkannya, jika dalam minggu ini saja sudah ada beberapa motor mahasiswa yang hilang. Tak jarang pos satpam kerap didatangi mahasiswa yang kehilangan motor.

“Dari bunyi himbauannya, petugas keamanan kampus menyerah melawan aksi curanmor di Unila. Entah itu dilakukan perseorangan, perkelompok atau bahkan komplotan. Lagian, emangnya waktu siang penjagaan sudah maksimal? Atau kalau udah malam penjaga kampus engga mau kerja lagi? Unila emang udah jadi ladang basah buat maling, terutama motor. Enggak heran sih, Unila luas dan paling banyak kendaraan pakean mahasiswa Unila, ya motor,” ujar sumber kesal.

Ditegaskan mahasiswa lainnya, kasus pencurian motor masih sering terjadi di Unila untuk sekian kali pemilihan rektor, ataupun rekrutmen security, bahkan hingga berganti presiden BEM dan ketua unit kegiatan.

“Masalah ini belum menunjukan hilalnya, alias nggak ada kepastian. Ini tidak bisa dianggap sepele,” ucapnya lagi.

Belum berhenti disitu, bahkan mahasiswa lainnya membeberkan saking keseringan pencurian di Unila timbul fenomena baru yakni pihak mahasiswa kecurian motor urung mengadu kesatpam karena mencurigai pihak keamanan kampus itu bersekongkol dengan oknum pencuri. Atau bahkan Satpam malah balik mencurigai mahasiswa pelapor pencurian dengan alasan pemerasan.

“Enggak akan ada gunanya lapor Satpam. Lapor polisi aja sering engga ada akhir cerita yang membahagiakan,” ujarnya.

Terlepas dari itu, ada mahasiswa lain yang cukup bijaksana dengan meminta pihak kampus terkait segera menyelesaikan permasalahan ini.

“Semua komponen harus mengeluarkan kemampuan isi kepalanya memberikan solusi. Biar predikat (Unila) sebagai kampus curanmor enggak melekat lagi. Biar mahasiswa enggak was was lagi mau belajar dan berkegiatan di organisasi sampai malam hari. Kalau pihak rektorat mengajak penghuni PKM atau mahasiswa mendiskusi soal ini. Aku rasa jadi lebih berasa kekeluargaannya,” sarannya.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Umum dan Keuangan (BUK) Unila A. Bustami mengatakan, pihaknya mewakili pimpinan Unila sangat mengapresiasi pelaporan curanmor. Tapi sebaiknya ditingkat internal kampus dulu, sebelum dilemparkan ke media massa. Bustami juga menampik tudingan kinerja Satpam tidak becus mengurusi curanmor selama ini.

“Itu sudah dilakukan dimasa Pak Rektor sebelumnya (Sugeng P. Harianto). penambahan personel guna menciptakan suasana di Unila lebih aman lagi,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala bagian Humas Unila M. Badrul Huda bahwaUnila kini terus membenahi kinerja satuan pengamanan di lingkungan kampusnya. Satpam Unila pun sudah mengatur lokasi-lokasi pusat parkir di lingkungan rektorat dan fakultas. Di beberapa fakultas pun sudah menggunakan pola satu pintu pada sistem parkirnya.

“Kita terus meningkatkan kualitas pelayanan satpam Unila, termasuk sejak 2015-2016 kita berencanaakan (terus) menambah jumlah personel. Hal ini guna meminimalisasi curanmor (pencurian motor) di Unila,” paparnya.

Hanya saja, lanjut Badrul, masih ada beberapa fakultas lain yang hingga kini belum menerapkan pola satu pintu.  Namun, dibawah kepemimpinan Rektor Hasriadi Mat Akin sosialisasi dan implementasi penerapkan pola satu pintu akan menyeluruh disemuafakultas. Namun, juga harus dilengkapi sikap segenap sivitasakademika yang harus waspada dan jangan lengah, termasuk memarkirkan di tempat yang telah disediakan,” himbau Badrul. (Ramona/Juanda)