Harianpilar.com, Bandarlampung – Menyadari betapa besar kerugian akibat terjadinya kebakaran membuat Chandra Irawan berinisiatif merancang sistem webcam sebagai alat pendekteksi api. Sistem detektor api ini dibuat untuk meminimalkan atau mencegah terjadinya kebakaran.
Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya ini mengatakan, webcam dikembangkan menjadi suatu alat deteksi awal kebakaran di dalam ruangan dengan metode flame detector atau deteksi nyala api menggunakan segmentasi dari warna api. Penelitian ini dilakukan Chandra sebagai tugas skripsinya di jurusan Teknik Informatika.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer ini melanjutkan, flame detector merupakan alat yang sensitif terhadap radiasi sinar ultraviolet yang ditimbulkan oleh nyala api. Tetapi detektor ini tidak bereaksi pada lampu ruangan, infra merah atau sumber cahaya lain yang tidak ada hubungannya dengan nyala api.
“Sistem ini dapat mendeteksi adanya api berdasarkan segmentasi warna yang terkandung dalam citra (gambar) khususnya warna api kuning kemerahan. Sistem detektor api ini dapat mendeteksi api dengan baik pada kondisi intensitas pencahayaan yang cukup terang maupun redup, tetapi api dengan nyala biru belum dapat terdeteksi,” ujarnya.
Menurut pria kelahiran 30 September 1992 ini, detektor api yang telah banyak dikembangkan bekerja dipengaruhi oleh perubahan suhu atau intensitas asap. Hal itu dianggapnya membutuhkan waktu lebih lama karena alarm baru berbunyi jika melebihi batas sistem yang dirancang.
Sementara rancangannya ini bisa mendeteksi langsung berdasarkan warna nyala api yang terekam. Lanjutnya, sistem rancangannya juga dapat diterapkan pada Closed Circuit Television (CCTV) serta dilengkapi alarm untuk lebih efektif mencegah terjadinya kebakaran disebuah ruangan.
Menanggapi penelitian itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset IBI Darmajaya, Dr. RZ. Abdul Aziz, ST., MT mengapresiasi dan mendukung mahasiswanya untuk aktif melakukan penelitian.
Diungkapnya, penelitian sebagai salah satu bagian dari tri darma perguruan tinggi. Selain itu, melalui penelitian mahasiswa juga bisa bersumbangsih ide, pemikiran, berinovasi dalam pemecahan suatu masalah dimasyarakat.
“Setiap tahunnya ratusan penelitian mahasiswa IBI Darmajaya dihasilkan dan tak jarang memperoleh penghargaan dengan memenangkan kompetisi dan mendapatkan hibah dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi baik dibidang akademik maupun kewirausahaan. Kami juga membuka ruang bagi berbagai pihak untuk mengaplikasikan produk-produk penelitian mahasiswa yang memungkinkan digunakan pada sektor bisnis dan industri,” tandasnya. (Rls/JJ)









