Harianpilar.com, Bandarlampung – Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Meoeloek (RSUDAM) mulai membenahi sarana dan prasarana rumah sakit, termasuk pelayanan parkir. Hal ini juga guna menjawab keluhan masyarakat terhadap parkir, dengan menggunakan tiket otomatis, dan di pintu keluar juga sudah mengenakan komputer dengan sistem dan jumlah biaya yang bisa dilihat langsung oleh pengguna parkir serta beberapa buah CCTV aktif guna memantau kendaraan yang keluar – masuk demi peningkatan keamanan.
“Per satu Februari, sudah efektif satu bulan ini. Dan ini masih rekayasa, ada beberapa tambahan perubahan lagi nanti untuk peningkatan layanan parker,” ungkap Direktur Umum Ali Zubaidi, yang ditemui, belum lama ini.
Dijelaskan Ali, parkir mungkin merupakan hal yang sepele, namun dari situlah bisa dilihat manajemen dijalankan dengan baik atau tidak, atau bisa di bilang merupakan salah satu bentuk wajah pelayanan yang terkecil yang mudah menjadi penilaian masyarakat luar, dan harus mendapat perhatian demi pelayanan yang baik.
Bahkan lebih jauh, Ali Zubaidi menjelaskan bahwa kini kendaraan yang parkir di Rumah Sakit Abdul Moeloek difasilitasi asuransi.
“Untuk semua kendaraan terlindungi oleh asuransi, kita harapkan parkir ini professional,” jelasnya.
Dikatakan lebih jauh, untuk durasi parkir di bawah 10 menit terhitung bebas biaya, jadi bila hanya sekedar mengantar masuk lalu keluar, kendaraan akan digratiskan. Khusus untuk pegawai RSUDAM juga digratiskan.
Parkir RSUDAM dengan pengelolaan baru ini bahkan secara pendapatan melebihi target PAD. Peningkatan PAD 1 bulan yang awalnya ditarget Rp31 juta, dengan pengelolaan baru melampaui target dengan mendapatkan Rp38 juta.
Menurut Ali, ke depan akan ada perubahan fungsi gedung dan tata letak parkir, guna memperindah dan menata wajah parkir Rumah Sakit agar terlihat lebih rapih dan lengang.
“Ke depan kendaraan parkir tidak diperbolehkan lagi di depan IGD, untuk kelancaran dan kenyamanan. Selain itu akan ada perubahan, Dimana gedung administrasi akan di rubah menjadi gedung pelayanan. Dan kedepannya direncanakan tidak diperbolehkan ada parkir lagi di depan Gedung tersebut, yang pada awalnya disitu juga merupakan parkir pegawai dan petinggi Rumah Sakit,” tegasnya.
Ali juga menegaskan jika hal tersebut Ia pelajari dari pengalamannya saat melihat Rumah Sakit yang ada di Pulau Jawa yang memiliki rekayasa parkir yang baik. Dengan begitu ia harap pelayanan dari yang terkecil seperti parkir bisa dilaksanakan dengan baik dan memuaskan. (Rls/JJ)









