Harianpilar.com, Lampung Selatan – Sungguh naas nasib 2 orang petugas Dinas Kebersihan dan Pertanaman (DKP) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Diduga akibat tidak kuat menahan injakan kendaraan hidrolik saat memperbaiki lampu jalan, hingga terjungkal dan jatuh dari ketinggian, Selasa (19/1/2016).
Malang bagi Sukari (44) warga komplek Pemda Simpur Kelurahan Wayurang, Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, tewas setelah mendapatkan perawatan. Sementara, Hasan terpaksa dirawat di RS Bob Bazar setelah mengalami retak pada tulang leher belakang.
Berdasarkan keterangan saksi mata Jamilun yang merupakan petugas kebersihan setempat dan rekan korban mengatakan, saat itu korban sedang memangkas pohon di daerah Desa Maja, Kecamatan Kalianda dengan menggunakan kendaraan hidrolik PJU.
Namun, karena injakan kendaraan hidrolik tersebut diduga tidak kuat menahan beban, akhirnya injakan tersebut terjungkal dan menyebabkan kedua korban jatuh dari ketinggian sekitar 12 Meter.
“Injekannya itu yang ngebalik, korban yang sedang berada diatas langsung jatuh kebawah,” katanya, saat dikonfirmasi di ruang jenazah RSUD Bob Bazar Kalianda, Selasa (19/1/2016).
Ia menjelaskan, biasanya yang menaiki boks injakan itu hanya satu orang. Namun pada saat itu yang naik dua orang.
“Biasanya satu orang, ini dua orang yang naik. Mungkin karena itu, bebannya yang diduga kelebihan,” tambahnya.
Sementara itu menurut, Kabid Pertamanan dan Penghijauan Ahmad Kanta membenarkan bila korban yang meninggal dunia tersebut merupakan staf di DKP.
Kanta mengeklaim bahwa kendaraan yang digunakan oleh petugas tersebut dalam kondisi yang layak guna. “Kalau kondisi kendaraannya mah bagus dan tidak ada masalah. Mungkin hanya karena musibah saja,” katanya.
Sementara itu menurut, Sekretaris Kecamatan Kalianda, Herdiyansyah membenarkan bila sedang ada penataan/pemangkasan pohon di Desa Maja, untuk menghindari kecelakaan terhadap pengguna jalan yang diakibatkan oleh pohon tumbang.
“Sudah pernah ada kejadian seperti itu, makanya kita bekerjasama dengan pihak kebersihan untuk melakukukan pemangkasan pohon. Mungkin ini hanya musaibah saja mas,” kata Herdiansyah. (Saipul/Juanda)









