Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Usaha sampingan petani di Tulangbawang Barat (Tubaba) yang salah satunya sebagai pengepul karet/latek, diminta untuk memperhatikan dampak limbah terhadap lingkungan.
Mengingat, sebagian besar masyarakat Tubaba yang berprofesi sebagai petani baik perkebunan, perikanan, atawpun pertanian, memiliki usaha sampingan. Usaha tersebut umumnya bersifat pendukung dari profesi pokok mereka sebagai petani.
Ataupun usaha penunjang kelancaran baik dari proses pengelolaan lahan, hingga hasil dari kegiatan pertanian.
Pengamat Pembangunan Tubaba Riodanibram mengatakan, sangatlah penting bagi seorang pengusaha mempertimbangkan dampak limbah produksi terhadap lingkungan.
“Seorang pengepul atau usaha apapun, sebaiknya selalu memperhatikan dampak dari limbah kegiatan produksinya terhadap lingkungan sekitar. Baik dampak yang terlihat ataupun dampak yang tidak terlihat seperti pencemaran udara,” kata dia.
Menurutnya, kegiatan sampingan tersebut memanglah suatu usaha yang menjanjikan bahkan kegiatan tersebut sangatlah membantu bagi para petani karet dalam pemasaran hasil produksi perkebunan mereka. Akan tetapi dalam pelaksanaanya kegiatan tersebut dinilai sangat perlu diadakanya pembinaan serta pengarahan.
“Usaha ini sangatlah membantu, akan tetapi disinilah dukungan dari Pemkab Tubaba terhadap Petaninya akan sangat terlihat. Sebab, petani pada umumnya belum terlalu memahami dampak dari limbah kegiatan usahanya terhadap lingkungan. Maka dari itu sangatlah penting peran dari Dinas terkait dalam hal tersebut,” lanjutnya.
Hingga saat ini dikatanya, memanglah banyak usaha tersebut berada hampir disetiap Tiyuh se-Kabupaten Tubaba. Dan itu juga menurutnya dapat dilihat bersama dilokasi lokasi kegiatan tersebut akan bukti kesadaran dari para pengusaha, dalam pengelolaan Limbah.
“Bisa dilihat langsung kelokasi akan bukti kesadaran dari pelaku usahanya, yang dinilai perlu pembinaan. Bahkan mungkin usaha tersebut sudah menjamur,” tandasnya. (Epri/JJ)








