oleh

PDIP Lamsel Siap Bela Rakyat Yang Mengalami Ketidakadilan

Harianpilar.com, Bandar Lampung – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lampung Selatan menegaskan kesiapan menjalankan instruksi partai untuk membela masyarakat yang mengalami ketidakadilan. Seluruh kader Banteng diminta memperkuat keberpihakan kepada rakyat, berani menghadapi tekanan, serta tidak berhenti pada perjuangan sebatas slogan.

Komitmen tersebut ditegaskan menyusul konsolidasi internal DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung bersama jajaran pimpinan DPC dan Fraksi PDI Perjuangan se-Lampung yang dihadiri langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di Akar Hotel and Resort, Bandar Lampung, Jumat (30/10/2026).

Dalam konsolidasi tersebut, Hasto menyampaikan salam dan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Pesan utama Megawati menekankan empat karakter kader, yakni keyakinan yang melahirkan keteguhan, keberanian, dan kesabaran, serta keberpihakan kepada rakyat melalui perjuangan politik gagasan.

Arahan tersebut langsung mendapat respons dari jajaran DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan. Di bawah kepemimpinan Ketua DPC Lesty Putri Utami, S.H., M.Kn., partai berlambang banteng moncong putih itu menyatakan siap menerjemahkan instruksi tersebut dalam kerja-kerja nyata organisasi.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan, Sujiyatmoko, mengatakan konsolidasi menjadi momentum memperkuat kesiapan organisasi hingga tingkat akar rumput.

Menurut Moko, sapaan akrabnya, struktur kepengurusan partai di Lampung Selatan telah terbentuk hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting. Bahkan, sejumlah pengurus anak ranting di beberapa wilayah telah dilantik.

“DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan telah merampungkan kepengurusan di tingkat PAC dan ranting, bahkan pengurus di tingkat anak ranting di beberapa tempat telah dilantik,” ujar Moko, Minggu (1/11/2026).

Ia menegaskan, kesiapan struktur organisasi tersebut menjadi modal untuk menggerakkan kader dalam menjalankan arahan partai, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan ketidakadilan.

“Kader Banteng harus berani, jangan takut dikriminalisasi dalam membela rakyat. Keberanian kader tidak boleh berhenti pada sikap dan prinsip pribadi, tetapi harus diwujudkan melalui keberpihakan nyata kepada rakyat, terutama mereka yang mengalami ketidakadilan dan penindasan,” tegasnya.

Moko juga menyoroti pentingnya soliditas kepemimpinan Megawati dan Hasto dalam menjaga arah perjuangan serta konsolidasi internal partai. Ia menilai keduanya memiliki peran penting dalam menggerakkan kader menghadapi dinamika politik nasional.

Lebih lanjut, Moko menyatakan PDI Perjuangan Lampung Selatan tidak ingin terjebak dalam berbagai manuver dan polemik politik. Menurutnya, kader harus tetap fokus menjalankan agenda organisasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kami tidak terpancing dan terpengaruh oleh manuver politik partai lain yang menyerang partai kami dengan berbagai isu, fitnah, dan framing. Kami tetap tenang dan fokus membuktikan bahwa PDI Perjuangan adalah partai yang dewasa dan berkelas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kerja nyata kepada masyarakat harus menjadi prioritas dibandingkan kesibukan menanggapi berbagai polemik politik.

“PDI Perjuangan bukan partai yang reaktif, bukan partai yang sibuk klarifikasi sana-sini. Kami sibuk kerja nyata untuk rakyat dan bangsa Indonesia,” pungkas Moko.

Konsolidasi tersebut sekaligus menjadi penegasan pentingnya penguatan ideologi, soliditas organisasi, dan keberpihakan kepada rakyat sebagai landasan gerak kader PDI Perjuangan di Lampung, termasuk di Kabupaten Lampung Selatan. (Ramona)

Komentar