oleh

Polda Lampung Perkuat Integritas Di Era Digital

Harianpilar.com, Bandarlampung – Menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital, Polda Lampung memperkuat komitmen membangun integritas dan profesionalisme personel melalui penguatan nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya. Langkah tersebut ditegaskan dalam Dialog Kebangsaan yang digelar secara hibrida dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Senin (22/6/2026).

Kegiatan yang diikuti seluruh jajaran Polda, Polres, hingga Polsek se-Lampung itu menghadirkan motivator nasional, Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian, dengan tema utama “Era Digital dan Kompleksitas Kamtibmas”.

Dalam paparannya, Ary Ginanjar menekankan bahwa tantangan Polri saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknologi, tetapi juga kekuatan karakter dan integritas personel dalam menghadapi dinamika ruang digital yang terus berkembang.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola kehidupan masyarakat menuju era Society 5.0 sekaligus melahirkan berbagai bentuk kejahatan siber yang bersifat lintas negara, anonim, dan semakin sulit dideteksi dengan pendekatan konvensional.

“Nilai-nilai luhur Polri harus bertransformasi dari sekadar pemahaman menjadi perilaku, dan dari perilaku menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap anggota,” tegas Ary dalam dialog tersebut.

Perubahan lanskap keamanan itu, lanjutnya, menuntut Polri memiliki kapasitas yang lebih adaptif. Di satu sisi teknologi memberikan kemudahan dan efisiensi, namun di sisi lain membuka risiko pelanggaran etika digital yang dapat berdampak langsung terhadap tingkat kepercayaan publik kepada institusi kepolisian.

Mewakili Kapolda Lampung, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari, menegaskan bahwa penguatan integritas menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi dan penggunaan media sosial oleh masyarakat maupun aparat penegak hukum.

“Tantangan Polri ke depan tidak lagi hanya berada di ruang fisik, tetapi juga telah merambah ruang digital. Oleh karena itu, integritas personel adalah harga mati. Kita tidak ingin kecanggihan teknologi yang dimiliki justru disalahgunakan atau menurunkan citra Polri akibat pelanggaran etika digital oleh oknum,” ujarnya.

Menurut Yuni, fenomena pelanggaran kode etik di media sosial menjadi pengingat bahwa modernisasi teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan moralitas anggota.

Karena itu, Polda Lampung terus mendorong revitalisasi Tri Brata sebagai pedoman hidup dan Catur Prasetya sebagai pedoman kerja agar menjadi standar moral dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

Dialog Kebangsaan tersebut juga menyoroti pentingnya membangun sumber daya manusia Polri yang Presisi, yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan sebagaimana visi transformasi yang dicanangkan Kapolri.

Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda Lampung berkomitmen memperkuat pembinaan internal dan karakter personel sehingga mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, humanis, serta berintegritas tinggi.

Penguatan nilai Tri Brata dan Catur Prasetya dinilai menjadi fondasi utama agar setiap anggota Polri mampu menjawab tantangan zaman, menjaga kepercayaan publik, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, baik di dunia nyata maupun ruang digital. (Ramona)

Komentar