oleh

Atlet Tinju Lampung Dianiaya Pakai Cangkul

Harianpilar.Com,Bandarlampung –Aksi premanisme brutal terjadi di kawasan PKOR Way Halim, Bandar Lampung, pada Selasa (23/6/2026) pagi. Seorang atlet tinju binaan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Lampung, Ikhwan Azzahro, menjadi korban penganiayaan sadis oleh sekelompok orang bersenjata tajam.

Korban dilarikan ke rumah sakit setelah dihantam menggunakan cangkul hingga mengalami luka parah di bagian kepala dan tangan.

​Peristiwa tragis ini sangat disayangkan karena Ikhwan merupakan salah satu atlet andalan yang tengah dipersiapkan untuk berlaga di ajang bergengsi PON Beladiri Manado 2026.

​Pelatih Boxing Pertina Lampung, Cikal, membeberkan bahwa petaka ini merupakan buntut dari perselisihan sepele yang terjadi pada Sabtu (20/6/2026) malam.

Saat itu, atlet tinju lainnya bernama Abi, sedang terburu-buru mengendarai sepeda motor untuk menghadiri rapat. Ketika melintas di depan sebuah warung dekat gantangan burung PKOR Way Halim, motor Abi menghantam polisi tidur hingga menimbulkan suara keras.

​Hal itu menyulut emosi sejumlah orang di warung yang langsung melontarkan cacian dan kata-kata kasar kepada Abi. Sempat terjadi ketegangan karena Abi tidak terima dihina, namun ia memilih pergi setelah melihat sekitar empat orang bersiap mengeroyoknya.

​Upaya damai sebenarnya telah dicoba. Cikal sempat mendatangi lokasi pada malam setelah kejadian, namun warung tersebut sudah tutup. Kemudian pada Senin (22/6/2026) malam, beberapa atlet Pertina kembali mendatangi lokasi untuk meminta klarifikasi.

Meski sempat terjadi adu mulut yang panas, situasi malam itu tidak sampai berujung pada kekerasan fisik.

​Sayangnya, dendam tampaknya masih membara. Pada Selasa pagi, situasi pecah menjadi aksi kekerasan. Saat Abi hendak menjemput Iwan di kawasan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP), mereka langsung dihadang oleh sekelompok orang yang sudah menenteng cangkul, parang, hingga kayu.

Di sinilah Ikhwan Azzahro menjadi korban amukan massa bersenjata tersebut.

​”Saya berharap dengan sangat kepada pihak-pihak terkait agar pelaku dihukum seberat-beratnya karena sudah merugikan Pengprov Pertina Lampung. Korban ini atlet yang lolos PON Beladiri Manado 2026. Kami dari pelatih, pengurus, dan keluarga meminta pelaku yang meresahkan ini ditindak tegas dan digusur dari kawasan PPLP PKOR,” tegas Cikal dengan nada geram.

​Merespons laporan tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat. Kapolsek Sukarame, Kompol HD Pandiangan, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung menerjunkan personil ke lokasi kejadian begitu menerima laporan saat apel konsolidasi sekitar pukul 08.30 WIB.

​Polisi berhasil meredam situasi dan langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan pertolongan medis. Tidak butuh waktu lama, korps baju cokelat tersebut juga berhasil meringkus satu orang terduga pelaku.

​”Barang bukti yang kami amankan berupa cangkul yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Saat ini satu terduga pelaku sudah diamankan dan motif kejadian masih dalam pendalaman intensif,” ujar Kompol Pandiangan.

​Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan PKOR Way Halim dilaporkan sudah kembali kondusif. Pihak Polsek Sukarame masih terus melakukan penyelidikan mendalam dan memburu pelaku lain yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.(*)

Komentar