Harianpilar.com, Bandarlampung-Musim Liga 1 BRI 2025/2026 telah resmi ditutup dengan sebuah tinta emas bagi persepakbolaan Lampung. Kemenangan telak dan spektakuler 7-0 atas Biak di laga pamungkas menjadi pesta penutup yang menyempurnakan perjalanan luar biasa Bhayangkara Presisi Lampung FC (BPLFC) musim ini.
Wakil Asprov PSSI Lampung, Yoga Swara, mengatakan, BPLFC meraih capaian luarbiasa dan membanggakan bagi masyarakat Lampung.”
Terimakasih BPLFC yang berhasil mengamankan posisi Peringkat ke-5 di klasemen akhir Liga 1 Indonesia. Ini adalah pencapaian yang patut dibanggakan. Di tengah ketatnya persaingan kasta tertinggi sepak bola Tanah Air, ini adalah bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan harmoni yang luar biasa antara klub dan masyarakat Lampung. Terimakasih BPLFC dan masyarakat Lampung,” ujar Yoga Swara, Minggu (24/5).
Menurut Yoga, hasil lima besar yang di raih BPLFC merupakan hasil yang luar biasa. Sebab tim-tim diatas BPLFC merupakan tim-tim yang memiliki kultur sepakbola yang kuat.”Empat tim di atas BPLFC, kecuali Borneo memiliki sejarah dan kultur sepakbola yang sangat kuat di Indonesia. Dan alhamdulilah kita BPLFC berada di peringkat 5, ini hasil yang membanggakan. Apa lagi BPLFC merupakan tim promosi dari liga 2,” terangnya.
Yoga menjelaskan, biasanya tim promosi membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan atmofer liga 1 yang sangat kompetitif. Apa lagi BPLFC juga baru pindah ke Lampung yang membutuhkan waktu beradaptasi. Namun, dalam perjalanannya BPLFC bisa beradaptasi dengan cepat dan bisa masuk jajaran papan atas liga 1.
“Sudah genap satu tahun BPLFC menjadikan Stadion Sumpah Pemuda, PKOR Way Halim sebagai rumah dan markas besar mereka. Dalam kurun waktu tersebut, stadion penuh sejarah ini kembali bangkit dan cukup angker bagi lawan-lawan yang bertanding,” ungkapnya.
Yoga mengajak seluruh jajaran BPLFC dan masyarakat Lampung menyambut kompetisi kedepan dengan semangat yang lebih besar dan semakin meramaikan Stadion Sumpah Pemuda di setiap pertandingan BPLFC.”Kita harus lebih optimis dan semangat untuk musim depan. Kita yakin BPLFC akan lebih baik di musim 2026/2027. Dan kita masyarakat Lampung harus semakin semangat memenuhi Stadion Sumpah Pemuda PKOR di setiap pertandingan,” ujarnya.
Yoga mengakui dalam beberapa pertandingan jumlah penonton di Stadion PKOR masih relatif sepi. Hal itu menjadi catatan agar kedepan masyarakat Lampung semakin banyak yang hadir di Stadion setiap pertandingan BPLFC. Sebab, BPLFC saat ini sudah menjadi bagian dari masyarakat Lampung sepenuhnya.
“BPLFC sepenuhnya sudah bagian dari Lampung, dengan semua kekuatan dan semangatnya. Sehingga BPLFC sudah bagian dari Lampung seutuhnya. Jadi kita masyarakat Lampung harus total mendukung BPLFC,” pungkasnya.
Seperti diketahui, setiap pertandingan kandang BPLFC di Stadion PKOR Way Halim tidak hanya menjadi ajang unjuk taktik dan pamer skill di atas lapangan hijau, tetapi menjadi festival kebanggaan rakyat. Gemuruh penonton dan teriakan dukungan tanpa henti dari masyarakat Lampung di tribun Sumpah Pemuda berhasil menyulap stadion ini menjadi benteng yang angker bagi tim-tim tamu, sekaligus rumah yang hangat bagi para punggawa BPLFC untuk terus memberikan yang terbaik.
Lebih dari sekadar tontonan akhir pekan, dampak terbesar dari kehadiran BPLFC di Lampung adalah kontribusi nyatanya terhadap ekosistem sepak bola daerah. Berlabuhnya tim kasta tertinggi ini telah menjadi katalisator kebangkitan pembinaan usia dini di berbagai pelosok Lampung.
Sekolah Sepak Bola (SSB) di seluruh kabupaten dan kota di Lampung kini kembali bergeliat. Anak-anak muda memiliki figur idola baru yang bisa mereka saksikan langsung dari dekat, memotivasi mereka untuk berlatih lebih giat.
Kehadiran BPLFC memangkas jarak antara mimpi dan kenyataan bagi pesepak bola lokal. Manajemen BPLFC secara aktif membuka ruang bagi pemandu bakat (scouting) untuk melirik putra-putra daerah, memberikan harapan nyata bahwa talenta lokal Lampung memiliki peluang emas untuk merumput di Liga 1.
Standar profesional yang dibawa oleh BPLFC perlahan mulai menular ke klub-klub amatir dan program pembinaan lokal, mendorong peningkatan infrastruktur latihan dan kualitas kepelatihan di tingkat daerah.(*)










Komentar