oleh

Lampung Pacu Program 3 Juta Rumah

Harianpilar, com. Bandarlampung- Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan kinerja positif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Pada pekan kedua April 2026, Lampung berhasil mencatat deflasi sebesar 0,88 persen, sekaligus memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah sebagai bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan pembahasan program perumahan nasional oleh Kementerian Dalam Negeri RI, yang diikuti secara virtual dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (13/4/2026).

Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, menegaskan bahwa capaian deflasi ini merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Capaian ini menunjukkan bahwa langkah pengendalian inflasi yang kita lakukan berjalan efektif. Namun, kita tetap harus waspada terhadap dinamika harga di daerah,” ujarnya.

Berdasarkan data SP2KP, penurunan harga sejumlah komoditas seperti daging sapi, cabai rawit, dan daging ayam ras menjadi faktor utama penyumbang deflasi. Meski demikian, sejumlah daerah seperti Kabupaten Tanggamus dan Pesawaran tercatat mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) masing-masing sebesar 2,33 persen dan 1,24 persen.

Sementara itu, harga beras medium di Lampung Utara juga terpantau sedikit melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Secara nasional, inflasi Maret 2026 tercatat sebesar 0,41 persen (month-to-month), dengan komoditas pangan dan transportasi sebagai penyumbang utama. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat langkah pengendalian secara berkelanjutan.

Pemprov Lampung pun mengoptimalkan berbagai strategi, mulai dari pemantauan harga harian, penguatan distribusi pangan, hingga peningkatan produksi komoditas strategis. Salah satu langkah konkret adalah pengembangan kawasan aneka cabai seluas 300 hektare guna mengatasi defisit cabai rawit dan cabai besar yang mencapai ribuan ton.

Selain itu, stabilisasi pasokan juga dilakukan melalui penyaluran beras SPHP oleh Perum Bulog sebanyak 1.742 ton, serta distribusi Minyakita mencapai 2,7 juta liter di seluruh wilayah Lampung.

Di sektor perumahan, Pemprov Lampung menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Hingga saat ini, telah diusulkan pembangunan 22.189 unit rumah baru dan peningkatan kualitas 10.434 unit rumah melalui Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU).

Program ini diharapkan mampu mempercepat pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata.

Pemprov Lampung juga mendorong seluruh kabupaten/kota untuk mengintegrasikan program perumahan dalam APBD 2026 dan 2027, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Dengan sinergi yang solid, langkah konkret, dan komitmen berkelanjutan, Lampung optimistis mampu menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (*)