Harianpilar,com.Bandarlampung -Kabar membanggakan datang dari panggung olahraga internasional. Atlet wushu muda asal Lampung, Terfi Meisya, berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menyumbangkan medali perak pada ajang bergengsi 10th World Junior Wushu Championships 2026 yang berlangsung di Tianjin Olympic Center Gymnasium, Tiongkok.
Turun di kategori Girls Children Jianshu, Terfi tampil memukau di hadapan para juri dengan torehan nilai 8.480. Persaingan di kelas ini berlangsung sangat ketat, di mana Terfi hanya terpaut tipis 0,016 poin dari peraih medali emas, Wong Weng Ian asal Macau, yang mengantongi nilai 8.496.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh atlet Jepang, Hoshino Yuna, disusul wakil Vietnam dan Latvia di urutan berikutnya.
Prestasi gemilang ini menjadi catatan spesial bagi Terfi Meisya. Siswi SD Negeri 2 Sawah Brebes Bandarlampung ini merupakan atlet binaan Sasana Xiao Yao Lampung di bawah arahan pelatih Ardyan Mahaddi.
Keikutsertaannya dalam kejuaraan yang berlangsung pada 23-31 Maret 2026 ini merupakan bagian dari skuad tim nasional Indonesia yang berkekuatan 24 atlet terbaik hasil seleksi PB Wushu Indonesia.
Ketua Umum Wushu Indonesia Provinsi Lampung, Indra Halim, yang akrab disapa Abun, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian ini. Menurutnya, munculnya kembali atlet muda Lampung yang berprestasi di level internasional memberikan energi positif bagi perkembangan olahraga wushu di daerah. Ia pun berterima kasih kepada atlet, pelatih, serta orang tua yang telah memberikan dukungan penuh hingga prestasi ini bisa diraih.
Abun menekankan bahwa keberhasilan Terfi bukan sekadar medali, melainkan investasi jangka panjang menuju gelaran PON XXIII tahun 2032 mendatang, di mana Lampung akan bertindak sebagai tuan rumah.
Ia berharap para atlet kategori anak-anak saat ini terus mengasah kemampuan agar saat Lampung menjadi tuan rumah nanti, mereka telah matang di kategori junior maupun senior untuk menyumbang medali bagi Tanah Lada.
Kejuaraan Dunia Wushu Junior edisi ke-10 di Tianjin ini sendiri diikuti oleh lebih dari 1.100 peserta dari 78 negara. Selain sebagai ajang perebutan gelar juara dunia, turnamen ini juga menjadi panggung krusial bagi federasi internasional untuk melakukan seleksi skuat menuju Olimpiade Remaja (Youth Olympic Games) yang akan digelar di Dakar pada akhir tahun 2026.
Keberhasilan Terfi diharapkan menjadi pemantik adrenalin bagi atlet-atlet muda lainnya di Lampung untuk berlatih lebih keras. Dengan pembinaan yang konsisten, Lampung optimistis dapat terus mencetak bibit-bibit unggul yang mampu berbicara banyak di kancah nasional maupun dunia.(*)









