oleh

Pengelolaan Arus Mudik dan Balik 2026 Lampung Lebih Maju

Harianpilar,com.Bandarlampung  – Pengelolaan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah/2026 di Provinsi Lampung mencatatkan capaian yang dinilai memiliki kemajuan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Keberhasilan ini ditandai dengan penurunan angka kecelakaan lalu lintas yang tajam serta kelancaran distribusi kendaraan di Pelabuhan Bakauheni sebagai simpul vital penghubung Pulau Sumatra dan Jawa.

Sinergi lintas sektoral antara Pemerintah Provinsi Lampung, Polri, Kementerian Perhubungan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama di balik terkendalinya mobilitas jutaan orang pada tahun ini.

​Salah satu faktor penentu kelancaran arus mudik tahun ini adalah langkah proaktif Pemerintah Provinsi Lampung dalam melakukan percepatan perbaikan infrastruktur jalan.

Menjelang musim mudik lebaran 2026, Pemprov Lampung secara masif melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalur-jalur strategis guna memastikan kenyamanan serta keamanan pengendara.

Fokus perbaikan ini tidak hanya menyasar jalur utama Lintas Sumatra, tetapi juga konektivitas jalan provinsi yang menuju titik-titik keramaian dan pelabuhan.

Upaya kejar tayang perbaikan jalan ini terbukti efektif meminimalisir hambatan laju kendaraan dan menekan potensi kecelakaan akibat kerusakan jalan yang sering menjadi kendala di tahun-tahun sebelumnya.

Data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung periode 13–25 Maret 2026 menunjukkan performa pengamanan yang sangat terukur, di mana angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Bumi Ruwa Jurai turun hingga 16 persen.

Jika pada tahun 2025 tercatat sebanyak 64 kasus kecelakaan, pada tahun ini angka tersebut berhasil ditekan menjadi 54 kasus.

Tren positif ini juga diikuti dengan menurunnya jumlah korban luka ringan dari 75 orang menjadi 46 orang, serta korban luka berat dari 63 orang menjadi 57 orang.

Penurunan ini menjadi bukti konkret bahwa perbaikan infrastruktur jalan yang dilakukan pemerintah daerah sangat berdampak pada keselamatan publik di lapangan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kelancaran mudik tahun ini merupakan hasil dari kolaborasi kolektif yang semakin solid setiap tahunnya, didukung oleh kesiapan infrastruktur yang lebih mantap.

Menurut Mirza, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, kepolisian, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun disiplin kolektif.

Pelabuhan Bakauheni pun menunjukkan kinerja optimal melalui pengaturan antrean yang matang dan penguatan sistem tiket, sehingga lonjakan volume kendaraan dapat terurai dengan tertib tanpa penumpukan berarti di kantong-kantong parkir.

Senada dengan itu, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam peninjauannya mengapresiasi sinergi lintas instansi yang berjalan sangat efektif.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa puncak arus balik Lebaran telah terlewati dengan baik. Tercatat 2.946.891 kendaraan keluar dari Jakarta atau meningkat 20,49 persen dibanding kondisi normal, serta 2.561.629 kendaraan telah kembali masuk, menyisakan sekitar 13,7 persen yang masih dalam perjalanan.

“Secara umum puncak arus balik sudah terlewati dengan baik. Kita berharap seluruh masyarakat dapat kembali dengan selamat,” ujar Kapolri saat meninjau situasi kamtibmas di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (28/3/2026).

Dari sisi transportasi, terjadi peningkatan signifikan di berbagai moda. Penumpang kereta api mencapai 3.047.676 orang atau naik 7,84 persen, moda udara meningkat 6,27 persen dengan sekitar 4,12 juta penumpang, transportasi darat naik 13,3 persen, dan moda lainnya tumbuh 13,89 persen.

Meskipun terjadi peningkatan signifikan pada berbagai moda transportasi, seluruh alur pergerakan masyarakat tetap terkendali.

Keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 ini menegaskan bahwa perencanaan matang dan kepemimpinan yang kuat mampu menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Lampung maupun pemudik lintas wilayah.(*)