oleh

Gubernur Dorong Pembinaan Akhlak Pelajar

Harianpilar.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kualitas generasi muda yang berakhlak dan berilmu akan menjadi faktor penentu kemajuan daerah di masa depan.

Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan iktikaf bersama dan pesantren kilat bagi siswa SMA/SMK se-Bandar Lampung yang digelar Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Lampung di Islamic Center Bandar Lampung, Sabtu (14/3/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengapresiasi inisiatif Baznas Lampung yang tidak hanya menjalankan program bantuan sosial dan ekonomi, tetapi juga aktif memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan keagamaan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Baznas Provinsi Lampung yang terus menghadirkan program-program yang tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga memperkuat pembangunan karakter generasi muda,” ujarnya.

Menurut Mirza, masa depan daerah sangat ditentukan oleh kondisi generasi mudanya. Jika pemuda memiliki akhlak yang baik, rajin belajar, dan menjunjung tinggi adab, maka masa depan daerah akan cerah. Sebaliknya, jika generasi muda jauh dari nilai agama dan pendidikan, maka kemajuan daerah akan terhambat.

Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada kekuatan ekonomi, pertanian, maupun sektor lainnya, tetapi juga pada kekuatan moral dan spiritual masyarakat.

“Ketika agama masyarakatnya baik, maka aspek kehidupan lainnya juga akan ikut baik, baik ekonomi, sosial, maupun kehidupan berbangsa,” jelasnya.

Gubernur Mirza juga mengingatkan para pelajar agar tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi menjadikan agama sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda sehingga diperlukan penguatan nilai agama sebagai benteng moral.

“Pemuda perlu belajar sains, IT, sosial, kedokteran, dan berbagai bidang lainnya. Namun jika tidak memiliki pondasi agama yang kuat, belum tentu ilmu itu membawa kebaikan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat ratusan ribu pelajar tingkat SMA di Provinsi Lampung yang dalam beberapa tahun ke depan akan memasuki usia produktif. Karena itu, pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat perlu menyiapkan generasi tersebut agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Melalui kegiatan pesantren kilat ini, Mirza berharap para siswa dapat memperkuat iman, memperdalam pemahaman agama, serta membangun karakter yang baik.

“Saya berharap dari ruangan ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan Lampung, gubernur, akademisi, pengusaha, ulama, dan tokoh-tokoh hebat yang akan membangun Provinsi Lampung ke depan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain mengatakan kegiatan iktikaf dan pesantren kilat ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya Baznas dalam membina generasi muda agar lebih dekat dengan nilai-nilai agama.

Menurutnya, melalui kegiatan ini para siswa tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga mempelajari adab dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari adab di masjid hingga adab dalam kehidupan sosial.

Pada kesempatan tersebut, Baznas Provinsi Lampung juga menyalurkan santunan kepada sekitar 100 siswa sebagai bentuk kepedulian terhadap pelajar yang membutuhkan.

Selain itu, Baznas turut mendorong penguatan Gerakan Infak Pendidikan yang melibatkan pelajar melalui organisasi Rohani Islam (Rohis) di sekolah-sekolah, dengan dana yang dihimpun nantinya digunakan untuk membantu siswa kurang mampu di lingkungan sekolah masing-masing. (Ramona)