oleh

Proyek Disdik Way Kanan Berpotensi Rugikan Negara

Harianpilar, com.  ​Way Kanan – Pelaksanaan sejumlah proyek rehabilitasi sarana pendidikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Way Kanan tahun anggaran 2025 yanh diduga kuat sarat penyimpangan dinilai berpotensi merugikan keuangan Negara.

Sebab proyek itu baru beberapa bulan selesai di kerjakan namun kondisinya sangat memprihatinkan.

“Jika pekerjaan itu sesuai speksifikasi yang ditentukan, pasti kualitasnya bagus. Karena tidak mungkin speksifikasi dan anggaran dibuat hanya untuk bertahan dalam hitungan bulan. Disitu potensi kerugian Negaranya muncul,” ujar Koordinator Aliansi Komunitas Aksi Rakyat (Akar) Lampung, Indra Musta’in, Senin (23/2).

Disis lain, lanjut Indra, kondisi proyek seperti itu bisa lolos dalam PHO mengindikasikan adanya permainan pihak-pihak terkait.”Harusnya di tolak saat PHO, suruh rekanan memperbaiki dengan kualitas sesuai kontrak,” cetus Indra.

Menurutnya, sangat aneh proyek yang baru selesai dikerjakan tapi sudah mengalami kerusakan parah. Hal itu menunjukkan proses pengawasan saat pelaksanaan proyek itu sangat lemah.”Kalau pengawasannya baik, harusnya sudah bisa diketahui dan di cegah jika pengerjaanya tidak sesuai spek. Ini malah lolos dalam PHO. Ada apa ini Disdik Way Kanan?,” tanya Indra.

Diberitakan sebelumnya, pelaksanaan sejumlah proyek rehabilitasi sarana pendidikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Way Kanan tahun anggaran 2025 yanh diduga kuat sarat penyimpangan.

Hal itu terlihat dari kualitas proyek yang memprihatinkan. Anehnya proyek-proyek itu justru lolos Provisional Hand Over (PHO).

Proyek yang bertujuan meningkatkan kualitas fasilitas belajar mengajar tersebut tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang dialokasikan, menyusul temuan kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan di beberapa lokasi.

​Salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah proyek rehabilitasi ruang kelas di SMPN 4 Blambangan Umpu. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Masa Ganta Jaya dengan nilai kontrak mencapai Rp277 juta tersebut secara kualitas sangat memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi selasar dan bagian belakang gedung sudah menunjukkan kerusakan berupa retak seribu hingga pengelupasan lantai, meskipun statusnya baru saja selesai direhabilitasi.

​Kondisi serupa ditemukan pada proyek rehabilitasi ruang kelas di SDN 01 Sangkaran Bhakti, Kecamatan Blambangan Umpu.

Proyek yang dikerjakan oleh pelaksana Bumi Perkasa Way Kanan dengan nilai kontrak sebesar Rp198 juta ini juga menunjukkan indikasi pengerjaan yang kurang maksimal.

Beberapa titik pada dinding luar sekolah terlihat mulai keropos dan terkelupas, sementara infrastruktur penunjang seperti drainase dan fasilitas sanitasi tampak tidak mengalami perbaikan menyeluruh dan terkesan dikerjakan asal-asalan.

​Munculnya berbagai kerusakan fisik pada bangunan yang baru direhabilitasi ini diduga kuat akibat material yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis serta lemahnya pengawasan dalam proses pengerjaan disinyalir menjadi penyebab utama rendahnya kualitas bangunan.

Kondisi proyek-proyek yang meragukan secara kualitas ini, jelas berpotensi merugikan keuangan daerah.

Anehnya, proyek-proyek dengan kualitas buruk ini justru dengan mudah lolos

​proses serah terima pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO). Hal itu mengindikasikan adanya main mata antara dinas terkait dengan pelaksanan.

Mantan Kepala Disdikbud Waykanan yang baru naik menjadi Sekda Waykanan, Machiavelli Herman Tarmizi, saat dikonfirmasi mengaku akan menanyakan masalah itu ke PPK.”Sebentar ya, saya tanya PPK,” ungkapnya.

Namun, hingga berita ini diterbitkan tidak ada jawaban lagi darinya.(*)