oleh

Pemkab Lampung Timur Matangkan Rencana Penanganan Jembatan Kali Pasir–Tanjung Tirto

Harianpilar.com,   Lampung Timur – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Rencana Penanganan serta Pembahasan Permasalahan Jembatan Penghubung Desa Kali Pasir dengan Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur di Gedung LDII Desa Tanjung Tirto, Selasa (10/02/2026).

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan bahwa rapat ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya memastikan seluruh harapan dan masukan masyarakat benar-benar diimplementasikan.

“Ini bukan soal janji. Semua masukan masyarakat sudah dicatat dan akan kita laksanakan secara bertahap,” tegas Bupati.

Bupati menyampaikan langkah konkret yang akan segera dilakukan, yakni: pembangunan Jembatan Merah Putih (jembatan gantung) sebagai solusi sementara. Pembangunan jembatan permanen melalui BPJN Kementerian PUPR, yang saat ini telah masuk tahap perencanaan dan studi kelayakan (FS).

Penambahan armada perahu penyeberangan yang lebih aman, lengkap dengan pelampung keselamatan. Dalam waktu satu minggu, tambahan perahu akan dikirim untuk mendukung aktivitas warga.

Bupati juga mengapresiasi peran Polres Lampung Timur yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penyeberangan yang aman dengan penggunaan pelampung.

Kepala BBWS Mesuji–Sekampung, Suhendro, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan survei kondisi banjir, tanggul, serta desain teknis. Namun, beberapa tanggul berada di kawasan hutan lindung sehingga tidak dapat langsung dikerjakan tanpa izin.

Sementara itu, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung menegaskan bahwa untuk luasan kawasan di bawah 5 hektare, proses perizinan dapat langsung diajukan kepada Gubernur Lampung. Jembatan Kali Pasir masuk dalam kategori tersebut.

Kepala Bappeda Provinsi Lampung menyampaikan bahwa Gubernur Lampung memberikan perhatian khusus terhadap kondisi jembatan Kali Pasir. Pemerintah hadir untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga kajian teknis akan dilakukan secara menyeluruh bersama BPJN.

Perwakilan Dinas PU Provinsi Lampung menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah menyusun desain jembatan Kali Pasir, dengan estimasi rampung dalam dua bulan. Desain memerlukan ketelitian ekstra karena kondisi sungai yang dipengaruhi pasang surut menyerupai air laut.

Perwakilan TNI AD Aprizal, menyampaikan bahwa Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) merupakan Komandan Satgas Jembatan yang menangani pembangunan jembatan perintis dan jembatan gantung di seluruh Indonesia.

TNI AD telah menyiapkan konstruksi jembatan dengan bentangan 25 meter, 50 meter, 75 meter hingga maksimal 100 meter. Berdasarkan hasil survei di Way Bungur pada 1 Februari lalu, kebutuhan bentangan jembatan mencapai sekitar 100 meter. (Rls)