oleh

Sekolah Harus Update Dapodik

Harianpilar.com, Mesuji – Pada tahun 2016 mendatang, Program Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten mengacu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Untuk itu, para Kepala Sekolah, Bendahara, dan operator sekolah harus aktif mengupdate dan mengisi Dapodik.

Kabid Dikdas Disdikbud Mesuji Najmul Fikri mengatakan Dapodik adalah sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional. Dimana sistem ini merupakan bagian dari Program perancanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif. “Semuanya mengacu pada Dapodik ini. Suksesnya pembangunan atau program pemerintah dari daerah hingga pusat di bidang pendidikan bergantung dilihat dari Dapodik. Makanya kita sosialisasi ini, agar jangan sampai kondisi sekolah yang buruk seperti tidak ada perpus atau sekolah rusak tidak diunggah ke dapodik,” kata Fikri, di sela acara penyebarluasan dan sosialisasi berbagai informasi pendidikan dasar di aula SMPN 1 Tanjung Raya, kemarin (4/11/2015).

Untuk itu, kata Fikri. kemajuan suatu sekolah ditentukan oleh pihak sekolah itu sendiri. Pihak sekolah harus mengisi data yang palit, “Bukan hanya data guru dan siswa, apa saja yang dibutuhkan apakah itu perlu ruang kelas atau perpus Update ke Dapodik,” kata Fikri.

Dapodik ini lanjut Fikri, merupakan terobosan Kemendikbud untuk melaksanakan perencanaan pendidikan, maupun untuk melaksanaan program-program pendidikan secara tepat sasaran. sehingga dibutuhkan data yang cepat, lengkap, valid, akuntabel dan terus up to date. Dengan ketersediaan data yang cepat, lengkap, valid, akun tabel dan upto date tersebut, maka proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan evaluasi kinerja program-program pendidikan nasional dapat dilaksanakan dengan lebih terukur, tepat sasaran, efektif, efisien dan berkelanjutan.

Sementara untuk Kabupaten Mesuji menurutnya data Dapodik telah 100 persen terisi. Akan tetapi data yang terisi tersebut hanya data kepegawaian seperti data guru dan siswa. “Meski sudah diisi data dapodiknya namun tetap berkelanjutan. Baik foto-foto kerusakan sekolah misalnya harus up dete ke situs resmi dapo, dikdas.kemdikbud.go.id semua dapat dilihat disitu lengkap. Dan hanya pemerintah pusat dan sekolah yang dapat melihat,” paparnya.

Dalam kegiatan penyebarluasan dan sosialisasi berbagai informasi pendidikan dasar tersebut tampak hadir Kadisdikbud Mesuji Samsudin, dan ratusan peserta yang terdiri dari kepala sekolah, bendahara dan operator sekolah dari tingkat SD hingga SMP. Selain itu, kegiatan yang dehelat selama dua hari tersebut menghadirkan Kasi Pidsus Kejaksaan Menggala Tulang Bawang Rio Saputra, dan Insfektorat Mesuji. (sandri/joe)