BANDUNG – Upaya mengembalikan fungsi ekologis kawasan Cikembang, Pangalengan, Kabupaten Bandung, mulai mendapat dukungan dari PTPN I (Persero) Regional 2. Perusahaan perkebunan tersebut membuka ruang kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan penghijauan pada lahan yang selama ini banyak dimanfaatkan masyarakat untuk budidaya tanaman musiman.
Penghijauan nantinya tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah pohon, tetapi juga mempertimbangkan kesesuaian vegetasi dengan kondisi kawasan. Pemilihan tanaman akan memperhatikan karakter tanah, kemiringan lahan, hingga kondisi ekologis Cikembang.
Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, mengatakan pihaknya siap mendukung langkah Pemprov Jawa Barat dalam memulihkan fungsi lahan melalui penanaman berbagai jenis pohon dan tanaman yang sesuai dengan lingkungan setempat.
“Kami menyambut baik rencana Pak Gubernur Jawa Barat untuk melakukan kerja sama menghijaukan kembali lahan-lahan PTPN. Kami siap mendukung melalui penanaman kembali dengan pohon dan tanaman khas yang sesuai dengan kondisi kawasan Cikembang,” ujar Desmanto di Bandung, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, kondisi setiap lahan memiliki karakter yang berbeda sehingga pola penghijauan perlu dirancang secara tepat. Vegetasi yang ditanam diharapkan mampu membentuk tutupan lahan yang lebih kuat sekaligus mendukung keberlangsungan ekosistem.
PTPN I juga melihat penanaman vegetasi beragam sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas tanah dan tata air. Keberadaan pohon dengan sistem perakaran yang sesuai dinilai dapat membantu memperkuat struktur tanah serta meningkatkan kemampuan lahan dalam menyerap air hujan.
“Jenis pohon dan tanaman yang ditanam tentunya akan disesuaikan dengan kondisi lahan dan karakter kawasan. Yang utama adalah bagaimana kawasan ini kembali memiliki tutupan vegetasi yang kuat, beragam, dan sesuai dengan ekosistem setempat,” katanya.
Desmanto menambahkan, konsep penghijauan dapat mengombinasikan pohon berkayu dengan tanaman khas kawasan. Dengan pola tersebut, kawasan diharapkan tidak hanya menjadi lebih hijau, tetapi juga memiliki vegetasi yang mampu menopang fungsi ekologis dalam jangka panjang.
“Dengan vegetasi yang lebih beragam, kita berharap fungsi ekologis kawasan dapat semakin kuat. Pohon dan tanaman yang sesuai dengan lingkungan setempat juga akan membantu menjaga tanah dan air, sekaligus membuat kawasan lebih hijau dan berkelanjutan,” ujarnya.
Rencana tersebut berkaitan dengan perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap kondisi lahan di kawasan hulu Sungai Citarum. Saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Cisanti, Pangalengan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti pemanfaatan lahan PTPN di wilayah Cikembang yang selama puluhan tahun digunakan masyarakat untuk menanam komoditas musiman, khususnya sayuran.
Pemanfaatan lahan pada kawasan berlereng menjadi salah satu perhatian karena tutupan tanaman musiman dinilai belum tentu mampu memberikan perlindungan optimal terhadap permukaan tanah. Dalam kondisi tertentu, hal itu dapat meningkatkan potensi erosi dan membawa material tanah menuju aliran sungai hingga kawasan hilir.
Pemulihan tutupan vegetasi kemudian dipandang sebagai salah satu bagian dari upaya menjaga kawasan hulu sekaligus mengurangi risiko ekologis yang dapat berdampak pada daerah di bawahnya.
PTPN I menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut dengan tetap memperhatikan aspek tata kelola aset negara. Kolaborasi bersama pemerintah daerah diharapkan dapat menghasilkan pola pengelolaan lahan yang tetap produktif, namun sekaligus memperkuat fungsi lingkungan.
“Prinsipnya, kami mendukung upaya menjaga kawasan ini agar tetap produktif sekaligus memiliki fungsi ekologis yang kuat. Penanaman pohon dan tanaman khas kawasan menjadi salah satu langkah yang dapat dikembangkan bersama sesuai kondisi lahan,” pungkas Desmanto. (Ramona).







Komentar